Mahasiswa IKOM Raih Silver Award di SIW Kamboja 2026

Fadhila berhasil meraih Silver Award pada ajang SIW Cambodia 2026 (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim – Fadhila Qurotul Aini, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Ia berhasil meraih silver award pada kompetisi Startup Innovation Weekend (SIW) Cambodia 2026 pada Minggu (26/4).

Pada kompetisi yang diselenggarakan oleh International Creativity and Innovation Award (ICIA) itu, Fadhila mengusung inovasi platform AI English Learning Journey yang ia beri nama IELS. Ide tersebut ia kembangkan untuk menciptakan pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih mudah bagi pengajar dan pelajar di sekolah.

Inovasi ini berangkat dari keresahan Fadhila atas beban administrasi para guru, serta rasa bosan murid karena pembelajaran yang terlalu mengandalkan buku teks. Melalui IELS, siswa dapat mengatur tujuan pembelajaran secara terarah, sementara pihak sekolah memiliki dasbor khusus untuk memantau perkembangan belajar murid-muridnya.

Keunggulan utama startup ini terletak pada fasilitas komunitas bahasa Inggris yang memungkinkan interaksi langsung antar pengguna. “Jadi kita ada juga unique selling point-nya di mana terdapat komunitas yang membuat bisa berinteraksi langsung dengan real person. Jadi mereka seperti bisa practice conversation skills dengan real person,” tuturnya.

Keberanian Fadhila untuk bersaing di tingkat global juga bersumber dari dukungan mentornya, Alfian, yang kini sekaligus menjabat sebagai Komisaris Utama IELS. Bersama mentornya, ia terus belajar dan memperluas jaringan bisnis hingga ke pasar Asia.

Tantangan yang cukup menegangkan baginya adalah ketika menginjak tahap penjurian. Pertanyaan kritis dari juri asal Singapura seputar target sasaran pengguna startup yang ia bangun membuat Fadhila merasa seakan tengah berhadapan dengan investor asing.

Hingga akhirnya pada 26 April di Paragon International School Cambodia, Fadhila dibuat terkejut sekaligus lega atas kabar kemenangannya. “Jadi pada saat awal announcement saya tidak berekspektasi apa pun karena waktu itu banyak banget saran-saran dari judges. Startup lain juga terlihat cukup keren,” ungkapnya.

Kemenangan itu semakin memantapkan langkahnya untuk terus menyempurnakan kualitas startup miliknya. Fadhila kini sedang menyusun rencana strategis agar IELS dapat melebarkan sayap ke seluruh kawasan Asia Tenggara pada tahun 2027.

Sebagai penutup, Fadhila berpesan kepada seluruh mahasiswa agar selalu berani mengejar impian mereka dan tidak ragu mencoba setiap peluang yang ada. “Jadi untuk mahasiswa-mahasiswa, kejar saja passionnya karena kita tidak akan pernah tahu opportunities yang bakal datang kapan,” pungkasnya. (S)

Penulis: Favian Fadlurahman
Editor: ‘Indanaa Zulfaa