
(Dok Pribadi)
Ikomupnjatim – Xena Elfira Prasetya, Mahasiswi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil menjadi finalis dalam ajang Duta Bahasa Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur pada 5 Maret.
Perjalanan menuju ajang bergengsi ini tidaklah instan. Ketertarikan terhadap dunia budaya dan pengabdian masyarakat bermula sejak keikutsertaannya dalam ajang Duta Wisata Yak & Yuk Lamongan 2023. Dari pengalaman tersebut, Xena menemukan minat besar dalam mempelajari budaya sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Semangat tersebut terus berkembang melalui partisipasinya sebagai perwakilan Polres Lamongan dalam Duta Lalu Lintas Polda Jawa Timur 2024 serta keterlibatannya dalam Duta Bahasa tingkat sekolah pada tahun yang sama. Berbekal pengalaman tersebut, mahasiswi semester 2 itu mulai mempersiapkan diri dengan mengasah kemampuan public speaking dan pengembangan diri
Keikutsertaannya dalam Duta Bahasa dilandasi oleh kepedulian terhadap kondisi kebahasaan saat ini. Xena menyoroti mulai tergerusnya penggunaan bahasa daerah di tengah arus globalisasi, serta fenomena xenomania yang membuat generasi muda lebih tertarik pada budaya asing.
Untuk mengatasi keresahannya itu, sejak akhir 2025, Xena merancang sebuah program bernama “Padu Raksa” yang berfokus pada penguatan literasi dan kebahasaan. Program tersebut bertujuan menguatkan Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.
Kesempatan untuk mengembangkan program tersebut akhirnya terbuka ketika pendaftaran Duta Bahasa Jawa Timur 2026 dimulai. Dengan tekad kuat, Xena mendaftarkan diri dan berhasil lolos hingga tahap finalis.
Dalam proses seleksi, persiapan matang menjadi kunci utama. Xena memantapkan visi dan misi program Padu Raksa agar dapat memberikan dampak nyata bagi generasi muda. “Saya fokus memperdalam pengetahuan tentang kebahasaan, harapannya agar apa yang saya persiapkan dapat tersampaikan dengan baik dan membawa perubahan positif” ujar Xena.

(Dok Pribadi)
Meski tak luput dari berbagai tantangan, baginya kesempatan ini merupakan pengalaman berharga untuk belajar, berkembang, serta bertemu dengan berbagai individu dari latar belakang yang beragam. “Tantangannya sendiri tentu dalam membagi waktu antara kegiatan pra-karantina dan kewajiban akademik, tapi sampai saat ini saya menikmati setiap proses yang saya jalani,” kata Xena.

(Dok Pribadi)
Sebagai penutup, Xena menyampaikan pesan inspiratif, khususnya bagi perempuan muda, untuk terus berani bermimpi dan berkembang. “Setiap perempuan memiliki kesempatan dan nilai yang sama untuk meraih cita-cita serta memberikan kontribusi terbaik bagi lingkungan sekitar,” ungkapnya. (A)
Penulis: Naomi Nathania Sinaga
Editor: ‘Indanaa Zulfaa




