
Ikomupnjatim – Laboratorium AK UPN Radio sukses menyelenggarakan perayaan HUT ke-29 bertajuk “Spectra” yang menjadi ajang silaturahmi bagi berbagai generasi pengurus laboratorium radio. Acara ini berlangsung di Ijjo Cafe pada Sabtu, (25/04).
Ketua Pelaksana, Bethari Aulia mengatakan bahwa berbeda dengan konsep tahun sebelumnya, HUT kali ini diramaikan dengan tampilan unik para anggota, yakni bertema dangdut. “Menariknya itu kemarin alumninya bisa menyesuaikan tema, dari segi dresscode kita kayak warna-warna kontras merah, kuning, pink gitu,” tuturnya.
Rangkaian acara banyak diisi dengan melibatkan alumni dari sesi perkenalan, games, sharing, hingga prosesi pemotongan tumpeng dan kue. “Kita melibatkan alumni-alumni itu dengan mereka yang merayakan prosesinya bawa kue ulang tahun, kasih speech, dan potong kue sama tumpeng, itu buat ngenalin mereka ke teman-teman new commers,” ungkap Bethari.
Saat sesi sharing, alumni juga turut memberikan pesan terkait organisasi dan akademik. “Radio adalah tempat yang luar biasa untuk mencari pengalaman kerja, namun kalian jangan sampai melupakan kewajiban utama menyelesaikan kuliah,” jelas Bethari.

Bethari mengungkapkan bahwa acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara alumni, pengurus, dan anggota baru. “Kayak nggak cuma perayaan atau party ulang tahun aja, tapi sebagai tempat reunion dari BPH-BPH tahun lalu sama juga kita ngundang new commers,” ungkapnya.
Keseruan perayaan ini mendapat apresiasi langsung dari Dyva Claretta selaku Dosen sekaligus Kepala Laboratorium yang turut hadir. “Saya melihat bonding yang terjalin sangat luar biasa, dan ini adalah capaian penting untuk membuat suasana di radio tetap hidup,” tuturnya.
Menurut Dyva, Laboratorium Radio kian mampu memproduksi program siaran terbaik di usia yang semakin matang. “Karena usia 29 tahun itu kan sudah mengalami berbagai rintangan dengan pengalaman yang bermacam-macam, semoga semakin inovatif, kreatif, dan kritis,” imbuh Dyva.
Selain itu, Dyva juga berharap AK UPN Radio mampu memproduksi konten edukatif berciri khas bela negara. “Saya berharap bahwa isi siarannya itu mengedukasi, artinya tetap berpegang teguh ada sisi bela negaranya di situ, tidak hanya sekadar entertaining,” ujarnya. (S)
Penulis: Rifqi Akbar Athallah Lazuardi
Editor: ‘Indanaa Zulfaa




