Bangga! Dosen IKOM Tembus Fellowship Internasional di Thailand

Aulia Rahmawati, Ph.D. Dosen Ilmu Komunikasi UPNVJT yang terpilih sebagai peserta IASACT 2026. (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim — Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), Aulia Rahmawati, Ph.D. berhasil meraih kesempatan bergengsi sebagai peserta program International Fellowship Institute for Advanced Studies in Asian Cultures and Theologies (IASACT) 2026 yang berkolaborasi dengan Payap University, Chiang Mai, Thailand.

Program yang diselenggarakan oleh United Board ini dikenal sebagai salah satu fellowship internasional bergengsi yang berfokus pada kajian budaya dan teologi Asia. Pencapaian ini membuktikan bahwa kualitas akademik dosen Ilmu Komunikasi UPNVJT mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat global.

Menanggapi kelolosannya, Aulia merasa sangat bersyukur sekaligus tertantang mengingat pesertanya berasal dari berbagai negara Asia dengan latar belakang keilmuan yang beragam. “Ini semacam validasi bahwa kerja-kerja akademik yang selama ini saya lakukan di Surabaya, terutama soal komunikasi, budaya, dan kajian agama, punya tempat dan relevansi di percakapan akademik internasional,” ungkapnya.

Keberhasilan ini tentu tidak didapatkan secara instan. Aulia menceritakan bahwa proses seleksinya memakan waktu hingga berbulan-bulan, mulai dari penyiapan Curriculum Vitae (CV) akademik, surat rekomendasi, hingga penyusunan proposal riset yang menjadi tantangan terberat. Setelah seleksi dokumen, ada tahap review hingga akhirnya namanya keluar sebagai pemenang.

Aulia Rahmawati, Ph.D. Akademisi Ilmu Komunikasi UPNVJT dengan rekam jejak akademik internasional, berfoto di depan Faculty of Arts & Social Sciences. (Dok. Pribadi)

Ia menjelaskan bahwa proposal tersebut harus mampu menonjolkan kontribusi riset dalam konteks yanglebih luas, tidak sekadar berfokus pada isu lokal semata. Menariknya, pencapaian ini merupakan kali kedua dirinya menerima pendanaan dari lembaga yang sama, setelah sebelumnya menjalani program riset di Chinese University of Hong Kong pada tahun 2024 lalu.

Terkait harapannya setelah mengikuti program fellowship ini, Aulia menargetkan pengembangan riset secara berkelanjutan. “Untuk diri sendiri, tentu harapannya riset saya berkembang dan ada publikasi yang lahir dari fellowship ini,” jelasnya mengenai target capaian akademiknya.

Namun, kontribusi bagi kemajuan institusi tetap menjadi prioritas paling utama bagi dirinya. Ia sangat menekankan agar ilmu dan pengalaman yang di dapatkannya tidak hanya berhenti pada portofolio pribadi. “Tapi yang lebih penting, saya ingin hasilnya bisa ‘pulang’ ke kampus,” kata beliau penuh harap.

Hasil dari “pulang” tersebut, menurut Aulia, diharapkan bisa diwujudkan dalam bentuk materi perkuliahan yang lebih kaya, serta proses bimbingan tesis yang lebih segar bagi mahasiswanya. Ia juga sangat berharap langkahnya ini mampu membuka jalan dan peluang serupa untuk dosen-dosen lain maupun mahasiswa sarjana dan pascasarjana di UPNVJT.

Ia juga menyoroti betapa pentingnya membagikan pengalaman internasional untuk membangun cara berpikir lintas batas di lingkungan prodi. “Saya percaya kesempatan seperti ini bukan pencapaian individu saja, tapi harus jadi bekal untuk lingkungan akademik di sekitar kita,” tegasnya.

Sebagai penutup, ia memberikan pesan bagi para mahasiswa agar berani mengambil langkah awal tanpa takut ditolak. “Jangan menunggu merasa siap, karena ready is not a feeling, it is a decision you made. Coba terus sampai hatimu kebal dan ‘kapalen’ karena saking seringnya gagal, ibarat kata orang Surabaya, kalah cacak menang cacak, alias gagal atau menang pokoknya dicoba dulu” pungkasnya.(S)

Penulis : Vanessa Nova R.S
Editor : ‘Indanaa Zulfaa