Tembus IYFF 2026, Film Mahasiswa IKOM UPNVJT Angkat Isu Blame the Victim

Penerimaan Penghargaan Juara (Dok. Pribadi)
Penerimaan Penghargaan Juara (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim – Mahasiswa IKOM UPNVJT berhasil menembus Indonesia Youth Film Festival (IYFF) 2026 lewat film pendek Allegory of a Woman pada Sabtu, (5/9/26). Karya sinematografi produksi Laboratorium Film Ilmu Komunikasi ini mengangkat isu sensitif tentang penyebaran konten pribadi tanpa izin.

Film ini turut menggambarkan fenomena blame the victim, yang membuat korban justru disalahkan atas peristiwa yang dialaminya. Melalui karya ini, penonton diajak untuk memberikan dukungan kepada korban serta memahami dampak fisik dan mental yang dapat ditimbulkan dari penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan.

Pemeran utama, Bernadette, mengungkapkan pengalamannya dalam mendalami karakter Sania sebagai korban. Sebelum proses syuting dimulai, ia melakukan sesi pembacaan naskah secara intens bersama pemeran karakter ibu untuk membangun hubungan emosional yang kuat.

Proses riset mandiri juga dilakukan dengan menganalisis berbagai artikel tentang penyebaran konten pribadi tanpa persetujuan. Riset tersebut dilakukan untuk membantu Bernadette memahami dampak trauma dan isolasi sosial yang dialami korban.

Momen Saat Pengumuman Kemenangan Allegory of A Woman (Dok. Pribadi)
Momen Saat Pengumuman Kemenangan Allegory of A Woman (Dok. Pribadi)

Tantangan paling emosional dirasakan Bernadette saat menjalani adegan klimaks di bagian akhir film. “Intinya mixed feelings banget, jadi aku agak susah kontrol emosinya biar ga kebawa sampai dunia nyata,” kata Bernadette.

Kenyamanan dan keselamatan pemeran juga menjadi perhatian selama produksi dengan menerapkan area aman untuk adegan sensitif. Pengambilan gambar adegan tersebut dilakukan oleh tim perempuan, termasuk menggantikan operator kamera laki-laki untuk memastikan kenyamanan aktris.

Keberhasilan menembus festival film ini membawa harapan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kekerasan berbasis elektronik. “Saya harap film ini dapat membuat lebih banyak orang menyadari bahwa kejadian ini bukanlah kesempatan untuk malah menyalahkan korban,” pungkas Bernadette. (B)

Penulis: Baby Andrela Pepitha
Editor: Ertita Lisa Dwi Kusuma