Siapa yang Bisa Menggantikanmu, Mas Irwan?

Momen Kebersamaan antara Dr. Irwan Dwi Arianto dengan Dr. Syafrida N. Febriyanti saat di Lab Cyber PR
Momen Kebersamaan antara Dr. Irwan Dwi Arianto dengan Dr. Syafrida N. Febriyanti saat di Lab Cyber PR

Entah berapa kali saya harus menarik napas panjang. Entah berapa lembar tisu yang sudah saya habiskan, setiap kali dipaksa memikirkan siapa yang akan menggantikanmu mengajar, siapa yang akan melanjutkan bimbingan skripsi dan perwalian mahasiswa-mahasiswamu. Jika saja saya boleh tidak melakukan ini semua.

Namun, mahasiswa-mahasiswa yang engkau tinggalkan harus tetap melanjutkan studinya dan Saya tahu, engkau pun pasti menginginkan mereka sampai ke garis akhir. Namun setiap kali otakku diminta memikirkan siapa penggantimu, semakin saya menyadari satu hal… ternyata engkau memang tidak pernah benar-benar bisa digantikan.

Saya mengenal Dr. Irwan Dwi Arianto, atau yang biasa saya panggil Mas Irwan, sejak tahun 2007, ketika saya masih menjadi dosen baru di Program Studi Ilmu Komunikasi. Sejak awal bertemu, saya menjuluki beliau sebagai “insinyurnya Ilmu Komunikasi”. Sebab, Mas Irwan memang canggih dan selalu menjadi orang yang paling update dalam perkara teknologi komunikasi.

Perjalanan keilmuan kemudian mengantarkan beliau menjadi doktor dan pakar di bidang Komunikasi Digital dan Komputasi Sosial. Bidang yang mempertemukan dua dunia: data science dan social science Persimpangan keilmuan yang dahulu terasa asing, tetapi kini justru menjadi salah satu kekhasan Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur yang paling kami banggakan.

Mas Irwan adalah salah satu sosok di balik berdirinya Laboratorium Cyber Public Relations, lahirnya mata kuliah Komputasi Sosial, serta berkembangnya berbagai penelitian tentang big data dan analisis jaringan. Beliau pula yang membuka jalan agar mahasiswa kami terlatih membaca jejaring di media sosial dengan cara pandang yang lebih luas, mendalam, dan kritis.

Kepergian beliau meninggalkan duka yang begitu dalam bagi kami dan banyak orang. Terlihat ribuan ucapan duka dan kenangan bersama beliau memenuhi media sosial kami. Selain rasa kehilangan, Beliau juga memberikan PR besar pada kami untuk terus menghidupkan gagasan dan ilmu yang selama ini dengan tekun telah beliau rintis dan memastikan bahwa apa yang telah beliau bangun tidak berhenti sebagai kenangan.

Tidurlah yang tenang mas,

Engkau tidak akan tergantikan oleh siapapun. Namun, izinkan kami berusah meneruskan ilmu yang telah engkau tanam. Dan menjadikannya amal jariah yang terus mengalir untukmu.

Terima Kasih atas jalan yang telah engkau rintis untuk kami. Terima Kasih untuk kehangatan dan ketenangan yang engkau berikan untuk kami.

Namamu abadi dalam doa-doa kami.

salah satu yang kehilanganmu,
Syafrida N. Febriyanti