Dirjen Kemendiktisaintek Tinjau Laboratorium Big Data IKOM, Perkuat Kolaborasi Komunikasi Publik Berbasis Data

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., (Berbatik Cokelat Tengah) ketika Mengunjungi Laboratorium Integrated Digital Ilmu Komunikasi UPNVJT, (Dok. Pribadi).

Ikomupnjatim – Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Dr. Fauzan Adziman, S.T., M.Eng., mengunjungi Laboratorium Integrated Digital Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur untuk meninjau inovasi riset komunikasi berbasis big data serta memperkuat peluang kolaborasi komunikasi publik berbasis data antara perguruan tinggi dan pemerintah, di Kampus UPNVJT, Kamis (7/5).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Rektor UPNVJT beserta jajaran Program Studi Ilmu Komunikasi. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi UPNVJT dalam menunjukkan kontribusi akademisi melalui pengembangan riset komunikasi digital yang mampu menghasilkan data akurat dan relevan untuk mendukung kebijakan publik di Indonesia.

Laboratorium Integrated Digital merupakan laboratorium akademik yang menjadi pionir studi komunikasi big data lintas platform di Indonesia. Berawal dari Lab Cyber PR pada 2019, laboratorium ini terus berkembang menjadi pusat riset yang memadukan ilmu komunikasi dengan pendekatan komputasi modern guna menjawab tantangan disrupsi informasi di era digital.

Rektor UPNVJT, Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Fauzi, M.MT., IPU., menegaskan bahwa laboratorium tersebut menjadi salah satu keunggulan kampus bela negara yang kerap menjadi rujukan berbagai institusi luar.

“Didirikannya laboratorium ini berfokus untuk memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi pengembangan akademik mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat luas, sektor bisnis, hingga tata kelola pemerintahan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Laboratorium Integrated Digital, Dr. Irwan Dwi Arianto, M.I.Kom., memaparkan hasil kajian komunikasi big data terkait respons masyarakat terhadap kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG). Kajian tersebut menampilkan hasil penambangan data percakapan publik dari berbagai platform media sosial, seperti X, Facebook, TikTok, dan Instagram.

Kepala Laboratorium Integrated Digial, Dr. Irwan Dwi Arianto, M.I.Kom., Saat Memaparkan Hasil Kajian Komunikasi Big Data Terkait MBG

Irwan juga menjelaskan mengenai ASIGTA, sebuah tools analisis komunikasi digital yang mampu membaca dinamika percakapan publik secara real time di berbagai platform media sosial. Sistem tersebut dapat mengidentifikasi aktor kunci, klaster percakapan, hingga fenomena perpindahan isu antarplatform yang berpotensi memengaruhi persepsi publik dalam waktu singkat.

Meski didukung teknologi digital canggih, Irwan menekankan bahwa kemampuan sumber daya manusia tetap menjadi faktor utama dalam pengolahan data.

“Yang terpenting bukanlah kemampuan menambang data, melainkan kecakapan membaca dan mengolah data mentah menjadi informasi sosial yang bermakna untuk kemudian dirumuskan menjadi strategi komunikasi yang tepat,” jelasnya.

Dalam sesi diskusi, Irwan turut menyampaikan kesiapan laboratorium untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menyusun strategi komunikasi publik yang efektif dan berbasis data.

“Kami siap berkolaborasi dan membantu pemerintah dalam menyusun strategi kebijakan yang berbasis pada data yang akurat,” katanya.

Menanggapi paparan tersebut, Dr. Fauzan Adziman mengapresiasi langkah progresif yang dilakukan UPN Veteran Jawa Timur. Menurutnya, riset komunikasi berbasis big data menjadi instrumen penting bagi pemerintah untuk memahami dinamika masyarakat secara lebih komprehensif.

“Inovasi riset di laboratorium ini memberikan gambaran jelas bagaimana big data dapat menjadi instrumen penting bagi pemerintah dalam memahami dinamika masyarakat. Kami melihat potensi besar untuk memperkuat kolaborasi strategis guna mendukung komunikasi kebijakan berbasis data yang lebih akurat dan inklusif,” pungkasnya. (S)

Penulis: Aqilah Nur Safura
Editor: Nabilla Putri Sisilia