
Ikomupnjatim – Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menerjunkan tiga kelompok mahasiswa ke Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, dalam Program Bina Desa yang berlangsung selama dua bulan pada akhir pekan sebagai bagian dari KKN tematik untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan UMKM, literasi digital, dan pengelolaan lingkungan.
Ketiga kelompok yang masing-masing terdiri dari 14 anggota tersebut menjalankan program kerja berbeda sesuai fokus wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, seluruh peserta juga melaksanakan program kolaborasi bersama sebagai bentuk sinergi antarkelompok.
Kelompok 1 yang diketuai oleh Gavriel Udju berfokus pada pengembangan UMKM di wilayah Kampung Cabut Duri dan kawasan pertambakan Desa Kalanganyar. Program unggulan kelompok ini meliputi sosialisasi dan pendampingan UMKM, seperti pelatihan fotografi produk sederhana, pemanfaatan media sosial untuk digital marketing, hingga pendampingan pembuatan Google Maps, aktivasi QRIS, dan pencetakan stiker label produk.
“Momen yang paling berkesan bagi kelompok kami adalah ketika masyarakat benar-benar antusias belajar hal baru, terutama saat sosialisasi fotografi produk dan pemanfaatan AI. Bahkan ada warga yang saling berbagi perangkat karena tidak memiliki handphone, tetapi mereka tetap semangat untuk belajar,” ujar Gavriel Udju.

Sementara itu, Kelompok 2 yang diketuai oleh Regia Rizki berfokus pada area TPS 3R Soponyono, yakni fasilitas pengolahan sampah sebelum menuju TPA. Program kerja yang dijalankan meliputi pembuatan plang edukasi, penanaman sawi dengan metode hidroponik, sosialisasi budidaya lele dalam galon, serta daur ulang sampah menjadi kerajinan.
Selain itu, kelompok ini juga membantu peningkatan branding untuk Kafe Kademangan di Kalanganyar melalui pembuatan QRIS dan katalog menu. Regia Rizki mengungkapkan bahwa tantangan terbesar kelompoknya adalah membangun komunikasi dan koordinasi yang efektif, baik di internal kelompok maupun antarkelompok.
“Tantangan terbesar kami adalah membangun komunikasi yang efektif, baik di dalam kelompok maupun antarkelompok. Karena dalam satu desa terdapat tiga kelompok, pembagian tugas dan koordinasi harus benar-benar terstruktur,” ucap Regia Rizki.
Adapun Kelompok 3 yang diketuai oleh Alvin berfokus pada digitalisasi UMKM dengan pendekatan door-to-door ke rumah warga binaan. Program kerja kelompok ini mencakup pelatihan literasi digital dan pemanfaatan AI, pelatihan personal branding di era digital, serta pembuatan katalog, konten pemasaran, dan QRIS untuk UMKM setempat.
Menurut Alvin, tantangan terbesar kelompoknya adalah menghadirkan inovasi baru di desa yang sudah cukup maju dan kerap menjadi sasaran program pengabdian dari berbagai institusi. Meski demikian, kelompoknya tetap mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
“Walaupun tantangannya cukup besar, kami tetap disambut dengan sangat ramah oleh warga. Saat melakukan kunjungan door-to-door, mereka langsung menerima kami dengan hangat, bahkan tidak jarang memberikan produk UMKM mereka secara gratis untuk kami cicipi,” pungkas Alvin.
Selain menjalankan program kerja masing-masing, seluruh peserta juga melaksanakan dua program kolaborasi bersama. Program pertama telah dilaksanakan pada 8 Mei lalu melalui sosialisasi pemanfaatan AI dan literasi digital. Sementara itu, program kedua dijadwalkan berlangsung pada 23 Mei mendatang dengan fokus pengajaran di sekolah dasar setempat.
Koordinasi antarkelompok dilakukan melalui rapat perdana yang dihadiri seluruh peserta untuk menyepakati pembagian tugas serta penanggung jawab setiap program kolaborasi. Melalui Program Bina Desa ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur diharapkan tidak hanya mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Kalanganyar, tetapi juga mengembangkan keterampilan komunikasi, kemampuan beradaptasi, dan kepekaan sosial yang bermanfaat bagi dunia profesional di masa mendatang.
Penulis: Alfiyah Wintsadin Fashla
Editor: Nabilla Putri Sisilia




