
Ikomupnjatim – Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Zidane Rafi Hakiki, berhasil lolos menjadi awardee BSA (BRILiaN Student Ambassador) Batch 2 dan 3. Program yang diinisiasi oleh Bank BRI ini menjadi wadah untuk mengembangkan skill digital marketing mahasiswa, sekaligus menjadi “jembatan” antara perusahaan dengan dunia kampus.
Perjalanan Zidane sebagai awardee BSA bermula ketika dia melihat kakak tingkatnya yang berhasil lolos BSA Batch 1. Setelah itu, ia pun terus memantau Instagram BSA dan menunggu waktu open recruitment.
“Waktu tahu kalau BSA lagi open recruitment, saya langsung buru-buru daftar. Istilahnya ‘FOMO Positif’ lah ya, dan alhamdulillah, karena kuantitas dan kualitas konten, aku juga dapat kesempatan untuk lanjut dari Batch ke Batch 3 BSA,” ungkapnya.
Motivasi awal Zidane ketika mendaftar program BSA adalah keinginan untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Berbekal pengetahuan dan background di perfilman, ia ingin mengeksplorasi dunia content creation marketing yang secara proses lebih sederhana dan bisa dikerjakan secara individu.
“Aku ingin membangun portofolio yang kuat untuk persiapan magang dan kerja nantinya. Melalui BSA, aku mendapat kesempatan untuk membangun relasi dengan mahasiswa berprestasi se-Indonesia serta akses langsung ke orang-orang professional yang ada di BRI. Dari mereka aku belajar dan mendapat insight yang mahal banget buat memahami dunia kerja di perusahaan besar,” ungkap Zidane.
Ia juga menjelaskan bahwa selama mengikuti program BSA, Zidane turut berperan aktif hingga menorehkan berbagai prestasi yang membanggakan. “Alhamdulillah, aku sempat dapet Best Editor of The Month dan Creative Content of the Month yang mana itu dapat penghargaan langsung dari pimpinan BRI,” jelasnya.
Meskipun begitu, ia juga menceritakan perjuangan dan tantangannya selama mengikuti program ini. Setidaknya ada dua tantangan besar yang dia hadapi selama mengikuti program ini, yaitu manajemen waktu dan adaptasi produk. Karena kegiatannya yang padat, ia dituntut harus konsisten mengerjakan tugas tepat waktu. Ia juga dituntut untuk belajar dari nol cara pakai fitur-fitur baru di BRImo agar bisa membuat konten edukasi yang akurat.
Di tengah jadwal dan kegiatan yang padat sebagai mahasiswa dan awardee BSA, Zidane harus memaksimalkan waktu yang dia miliki. Ia mengungkapkan bahwa kunci dalam mengelola waktu adalah skala prioritas dan disiplin. Bahkan, ia mengakui rutin menggunakan Google Calendar buat plot jadwal kuliah, kegiatan organisasi di HIMAKOM dan UPNTV, serta tugas-tugas sebagai ambassador,” ungkapnya.
“Prinsipku cuma satu, yaitu jangann menunda. Kalau ada waktu luang sedikit pun, langsung cicil tugas supaya enggak menumpuk di akhir pekan,” lanjut Zidane. (S)
Ia juga memberikan pesan bagi mahasiswa yang tengah mengalami keraguan ketika ingin memulai hal baru. “Just Start! Jangan tunggu merasa “pinter” baru berani daftar. Rasa ragu itu wajar, tapi jangan sampai membatasi potensi kalian. Perusahaan sekarang enggak hanya cari yang pintar secara akademik saja, tapi juga yang memiliki karakter, keinginan buat belajar, dan punya portofolio yang nyata. Mumpung kita di IKom, manfaatkan semua akses yang ada. Kalau orang lain bisa, masa kita nggak?,” tutup Zidane.
Penulis: Muhammad Shofil Azmi




