Mahasiswa IKOM Jadi Perwakilan FISIBPOL dalam Wisuda ke-98

Penugasan Kunjungan Duta Muda Jatim pada acara Bank Indonesia (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim – Agika Rahmah Putri, S.I.Kom., terpilih sebagai wisudawan perwakilan FISIBPOL pada wisuda ke-98 UPN “Veteran” Jawa Timur. Predikat tersebut diperoleh dari akumulasi nilai IPK 3,81, poin SKPM mencapai lebih dari 900, dan masa studi 3 tahun 7 bulan, serta rekomendasi dosen.

Ia menyebut pencapaian tersebut bukan hanya soal nilai, tetapi juga hasil dari keseimbangan antara pendidikan, pengalaman kerja, dan keterlibatan organisasi. “Setahu aku itu dari penjumlahan nilai IPK sama SKPM, terus waktu lulus juga ada rekomendasi dosen,” ujarnya.

Perjalanan Agika dalam membangun pengalaman dimulai sejak bangku SMA, ia bekerja sebagai MC. Memasuki dunia perkuliahan, ia kemudian mengembangkan kariernya di bidang Event Organizer (EO) dan Wedding Organizer (WO).

Menurutnya, keputusan untuk bekerja sejak dini awalnya hanya didorong keinginan mencari tambahan uang jajan. “Awalnya karena iseng aja cari tambahan buat jajan, tapi setelah kuliah jadwalnya lebih fleksibel dan kerjaannya juga banyak di weekend, jadi masih aman,” jelasnya.

Di tengah kesibukan tersebut, Agika tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam hidupnya. Ia mengaku menggunakan catatan harian untuk mengatur jadwal dan menentukan skala prioritas. “Aku biasa pakai notes buat manage-nya, jadi tahu agenda hari ini sampai beberapa hari ke depan, tinggal pilih mana yang harus diprioritaskan, tapi nomor satu selalu pendidikan,” tegasnya.

Foto Kelulusan Sarjana Ilmu Komunikasi denan Predikat Cumlaude (Dok. Pribadi)

Ternyata, di balik perjuangan dan pencapaiannya tersebut, terdapat kisah duka yang menimpanya. Namun, bukannya menjadi hambatan, proses tersebut justru membentuk ketahanan dirinya hingga mampu mencapai titik sekarang.

“Dulu semester satu sampai dua belum aktif apa-apa karena masih berduka, Mama berpulang satu bulan sebelum ospek, jadi butuh waktu untuk bangkit lagi,” ungkapnya.

Selain kuliah dan bekerja, Agika juga aktif dalam berbagai organisasi, di antaranya sebagai Ketua Umum GenBI Jawa Timur 2024/2025 dan terlibat di sejumlah kegiatan kepemudaan lainnya. Pengalaman organisasi tersebut turut membentuk kemampuan kepemimpinan dan memperluas jejaringnya.

Dalam membagi tiga peran sekaligus, ia menerapkan skala prioritas yang jelas antara pendidikan, kerja, dan organisasi. “Yang penting tetap tahu batasan diri biar semuanya masih bisa terlaksana dengan baik,” katanya. (S)

Penulis: Naomi Nathania Sinaga
Editor: ‘Indanaa Zulfaa