
Ikomupnjatim – Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional melalui karya sinema. Film pendek berjudul “Allegory of a Woman” garapan sutradara Rere Alatas, mahasiswa IKOM angkatan 2022 berhasil menembus seleksi ajang Outloud Film Festival di Dallas dan Borderless Film Festival di Boston.
Karya membanggakan ini lahir dari luaran mata kuliah Produksi Film yang dibuat bersama kru dari Laboratorium Kinne Komunikasi. “Sebenarnya itu di kelas Produksi Film, jadi aku harus menggaet anak-anak baru, ataupun anak-anak Kinne,” ujar Rere.
Secara garis besar, Allegory of a Woman mengangkat kisah seorang perempuan yang menjadi korban dari revenge porn, penyebaran video intim tanpa izin. “Film ini tuh menceritakan perspektifku tentang bagaimana perempuan yang mengalami revenge porn. Sebenarnya ide dari cerita ini sendiri itu banyak terjadi di semasa aku SMA,” jelas Rere.

Rere bermaksud mengkritik respons tumpul masyarakat yang cenderung memojokkan dan lebih merugikan pihak perempuan ketika terjadi sebuah kasus bernuansa seksual. “Aku selalu menekankan di film ini bahwa ini bukan film tentang wanita sebagai korban, tapi memang ini film tentang ketidakadilan sistem,” tegasnya.
Selain kekuatan cerita, ia juga menyematkan elemen semiotik yang mendalam melalui dominasi palet warna biru dan elemen air di sepanjang adegan-adegan penting di filmnya. “Karena aku merasa biru itu kuat tapi juga sedih di waktu yang bersamaan, sama kayak air yang kalau pelan bisa berarti sedih, tapi kalau kencang bisa jadi kuat,” ungkap Rere.
Proses syuting karya ini juga memiliki tantangan unik, di mana Rere harus mendadak mengganti kameramen demi menjaga kenyamanan pemain saat merekam adegan intim. “Di situ keputusan mendadak, aku minta tolong beberapa kru cewek untuk megang kamera, nyoba pertama kali menjadi DOP atau kameramen dan hasilnya sangat memuaskan,” jelasnya.

Berkat kematangan cerita dan visualnya, film berdurasi tujuh menit ini sukses meraih status Official Selection di Outloud Film Festival di Dallas dan masuk nominasi Borderless Film Festival di Boston. Pendistribusian film ke ajang internasional tersebut juga merupakan bantuan dari sebuah production house, Harf Picture, tempat Rere sempat magang sebelumnya.
Allegory of a Woman sempat diputar di saat UAS dan bertepatan pada Hari Ibu. “Banyak banget ibu-ibu yang nonton dan responsnya pada banyak yang nangis pada saat itu, jadi aku juga lumayan merasa tersanjung,” ujar Rere.
Rere berpesan agar mahasiswa IKOM tidak ragu untuk bereksplorasi dan berani memvisualisasikan ide-ide yang mungkin dianggap tabu. “Tuangin aja apa yang ingin kalian sampaikan lewat karya, karena orang-orang yang tepat pasti akan datang untuk men-support kalian,” ungkapnya. (A)
Penulis: Rifqi Akbar Athallah Lazuardi
Editor: ‘Indanaa Zulfaa




