Mahasiswa IKOM Raih Perak di Kejuaraan Taekwondo Jawa Timur 2026

Momen Hugo saat menerima penghargaan perak (Dok. Pribadi)

Momen Hugo saat menerima penghargaan perak (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim – Hugo Aglaonema, berhasil meraih prestasi cemerlang pada ajang Kejuaraan Provinsi Taekwondo, Piala Gubernur Jawa Timur Antar Pelajar 2026. Hugo berhasil membawa medali perak setelah bersaing pada kategori Senior Male U-58.

Kejuaraan tingkat provinsi yang bertempat di GOR Bay Arena Kenjeran Surabaya itu diikuti oleh berbagai kontingen dari berbagai daerah di Jawa Timur. Berdasarkan data panitia, tercatat kurang lebih 3.000 peserta adu skill dalam event tersebut.

Di balik pencapaian medali perak itu, Hugo menjalani program latihan fisik ketat yang telah ia jalani rutin selama dua bulan. Ia harus menjalani sesi latihan sebanyak dua kali dalam sehari dengan waktu yang bekisar antara dua hingga tiga jam untuk setiap sesi. Rasa bosan dan lelah kerap kali menghampiri hugo saat ia menjalani proses persiapan yang menguras tenaga.

“Burnout itu pasti mengalami ya, untuk cara mengatasinya dengan menyemangati diri sendiri dan motivasi diri sendiri kalau saya masih lemah dan banyak kurangnya,” kata Hugo beberapa waktu lalu.

Hugo saat bertanding di area lapangan (Dok. Pribadi)

Hugo saat bertanding di area lapangan (Dok. Pribadi)

Bagi Hugo sendiri, sasaran utama saat bertanding adalah menunjukkan kinerja maksimal dan memberikan hasil terbaik di lapangan. “Menurutku juara itu cuma bonus aja, tapi kalau ada kesempatan untuk raih emas ya bersyukur, ” kata Hugo.

Menyelaraskan porsi latihan, waktu istirahat, dan jadwal kuliah, serta kegiatan organisasi menjadi kunci penting dalam aktivitas kesehariannya. Hugo menyiasati hal tersebut dengan mengurangi kegiatan yang menurutnya dirasa kurang penting untuk menghindari membuang waktu. 

Setelah menyelesaikan kejuaraan ini, Hugo kini menargetkan Pomprov dan Porprov yang akan ia ikuti di tahun 2027 mendatang. Dalam ranah akademis, dia berharap untuk tetap dapat menyeimbangkan kegiatan olahraga dengan nilai perkuliahan yang tetap baik. 

Di akhir, Hugo sempat memberikan semangat kepada teman-teman mahasiswa untuk memiliki keberanian dalam mengambil langkah awal dalam mencapai tujuan. “Kalau takut keteteran tidak ada waktu, itu karena bukan kamu yang tidak ada waktu, tapi dirinya sendiri yang harus menyempatkan waktunya tersebut,” ungkap Hugo. 

Artikel ini merefleksikan SDGs ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) dan juga bersinggungan dengan SDGs ke-4 (Pendidikan Bermutu).

Penulis : Syahilla Fairuzzah Ramadhani

Editor: Baby Andrela Pepitha