Asah Seni Peran dalam Industri Film, Kinne Komunikasi Gelar Workshop Bersama Aktor

Simon Manuel Akely dengan para peserta workshop (Dok. Panitia)

Ikomupnjatim – Laboratorium Kinne Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur mengadakan acara Kongkow Kinne Komunikasi (K3) di IFI Surabaya pada Sabtu (19/9/2026). Acara ini menghadirkan aktor Simon Manuel Akely untuk berbagi ilmu akting dalam industri film.

Kongkow Kinne Komunikasi atau yang lebih dikenal K3 adalah program kerja tahunan dari Laboratorium Kinne Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana edukasi nonformal, diskusi ringan, sekaligus ruang untuk berkembang bagi mahasiswa dalam industri perfilman.

Sebagai respons atas minimnya kegiatan diskusi terkait akting di kalangan mahasiswa film, Kinne Komunikasi memilih sudut pandang yang berbeda pada K3 2026. Workshop ini secara khusus mengeksplorasi seni peran di bidang perfilman bersama aktor Simon Manuel Akely.

Ketua pelaksana K3, Robert Christian Anthony Tanhar, menyampaikan bahwa tema akting jarang menjadi topik diskusi di kalangan mahasiswa film. “Akting dalam sinema masih tergolong jarang dibahas, sedangkan akting adalah aspek penting yang menghidupkan sebuah film serta bagaimana cerita itu disampaikan melalui karakter,” ujarnya.

Sesi diskusi interaktif dan adu akting peserta K3 (Dok. Panitia)

Dalam sesi diskusi interaktif, Simon membawakan materi tentang lapisan karakter dan dinamika emosi dalam akting. Selain itu, peserta juga diajak untuk berakting membawakan dialog dan adegan dengan berbagai emosi.

Salah satu panitia workshop K3, Abrar, menjelaskan bahwa Simon membawakan materi yang menarik dan mudah dipahami bagi peserta. “Cara Kak Simon membawakan materi itu mudah dipahami dan juga seru, termasuk bagaimana cara membedakan berbagai emosi saat membawakan karakter,” jelasnya.

Sesi ini bukan hanya bermanfaat untuk para calon aktor, tetapi juga menjadi persiapan penting bagi sutradara dan tim produksi film. Pemahaman terkait metode akting dapat memudahkan produksi film saat membangun suasana dan mengarahkan pemain di lokasi.

Dengan adanya workshop ini, Kinne Komunikasi berharap dapat menumbuhkan kesadaran bahwa kualitas akting adalah kunci dalam dunia perfilman. “Mahasiswa IKOM diharapkan semakin termotivasi untuk menghasilkan film pendek yang lebih berkualitas dan memiliki kedalaman emosional yang kuat,” pungkas Robert. (N)

Artikel ini merefleksikan poin SDGs ke-4, yaitu Quality Education.

Penulis: Baby Andrela Pepitha

Editor: Rifqi Akbar Athallah Lazuardi