Usung Kepemimpinan Inklusif, Mahasiswa IKOM Terpilih Jadi Presiden BEM FISIBPOL 2026

Fany, Mahasiswa ILmu Komunikasi yang Terpilih Sebagai Presiden BEM Fakultas Ilmu Sosial, Budaya dan Politik 2026. (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim – Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Fany Agustin Fadhila, terpilih sebagai Presiden BEM FISIBPOL 2026 melalui Pemilihan Umum Raya (Pemira) yang ditetapkan pada 17 Januari 2026 lalu. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan berbagai isu sosial politik sekaligus membawa perspektif perempuan dalam kepemimpinannya.

Sebelum mencalonkan diri, Fany mengundurkan diri dari kabinet sebelumnya sebagai bagian dari persyaratan administrasi. Ia kemudian mengikuti rangkaian Pemira hingga akhirnya ditetapkan sebagai Presiden BEM FISIBPOL 2026.

Keikutsertaannya dalam kontestasi ini didorong oleh keinginan menghadirkan ruang yang lebih inklusif bagi perempuan dalam organisasi mahasiswa. “Aku ingin membawa kesadaran bahwa ruang kepemimpinan itu inklusif, bahwa perempuan juga punya kapasitas dan perspektif untuk memimpin,” ujarnya.

Dalam menjalankan roda organisasi, ia bersama wakilnya mengusung Kabinet Arah Langkah dengan empat nilai utama. “ARAH itu akronim dari nilai-nilai yang akan kami pegang selama satu periode, yaitu aktualisasi, responsif, abdi, dan harmonis,” jelasnya.

Selain itu, ia menghadirkan tiga program unggulan, yakni Kementerian Talks, Jejak Arah Langkah, dan Fisip Future Leaders. Seluruh program dirancang untuk berjalan selaras tanpa menitikberatkan pada satu bidang tertentu.

Fany Bersama Jajaran Menteri Kabinet Arah Langkah. (Dok. Pribadi)

Bagi Fany, pengalamannya sebagai Menteri Kajian dan Aksi Strategis (Kastrat) dalam kepengurusan sebelumnya turut membentuk jiwa kepemimpinannya. Ia juga mengaku terinspirasi oleh Najwa Shihab dan Karlina Supelli dalam membangun keberanian dan cara ia dalam berpikir kritis.

Melalui kepemimpinannya, ia turut berpesan kepada mahasiswa khususnya perempuan, untuk berani mengambil langkah meski belum merasa sepenuhnya siap. “Kepemimpinan yang lahir dari perempuan itu bukan dari ketiadaan rasa takut, tapi dari keberanian untuk membawa rasa takut itu melangkah bersama,” pungkasnya. (Z)

Penulis: Ertita Lisa Dwi Kusuma 
Editor : Nabilla Putri Sisilia