Ikomupnjatim – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (IKOM) UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT), Titis Ardian Priasmana, berhasil meraih kemenangan dalam kategori Best Scientific Poster dalam ajang Communication Festival (COMMFEST) 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ballroom Lantai 11, Gedung Wimaya Twin Tower B pada Sabtu (6/6).
COMMFEST sendiri merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi IKOM UPNVJT untuk merayakan kreativitas dan mengapresiasi karya akademik ataupun non akademik mahasiswa. Kegiatan yang diselenggarakan dalam bentuk kompetisi ini juga dimeriahkan dengan serangkaian talkshow, gelar karya, dan pertunjukan bakat dari mahasiswa.
Dalam kompetisi ini, Titis mengangkat isu krusial yang marak terjadi di era modern, yakni kekerasan seksual di ruang digital. Melalui karyanya, ia membedah fenomena tersebut lewat teori Computer Mediated Communication (CMC).
Dengan judul “Bahaya Tanpa Wajah”, Titis mengungkapkan bahwa posternya sengaja menghindari warna-warna cerah untuk menonjolkan urgensi masalah. Ia turut menambahkan bahwa ide utama poster miliknya berangkat dari keresahan Titis terhadap kebiasaan masyarakat di media sosial.
“Kesan bahwa ini berbahaya dan penting harus tersampaikan, karena kasus pelecehan itu sangat amat seram dan suram. Jadi tidak mungkin jika menggunakan warna-warna cerah seperti pink atau kuning,” terangnya.
Ia menyoroti fenomena di mana banyak orang yang tidak sadar telah menjadi pelaku maupun korban pelecehan seksual secara verbal. Melalui posternya, Titis ingin memberikan edukasi kepada masyarakat terkait batasan interaksi di ruang digital.
“Pesanku ini bahwa kita harus sadar, kita harus punya kendali mengenai komentar dan ucapan kita di media sosial. Kita tahu media sosial itu anonimitas, namun faktanya ini media umum, orang bisa melihat dan menanggapi,” tegasnya.
Di balik karyanya yang memukai ini, ternyata terdapat proses panjang yang mengharuskan ia melakukan riset terlebih dahulu. Titis mengaku mengawali proses pembuatan posternya dengan mencari data-data kredibel dan menyusunnya layaknya sebuah paper jurnal ilmiah.
“Sebelum jadi, tentu ada kendala, yaitu keterbatasan ruang karena poster ini berukuran A3. Jadi harus ringkas, langsung to the point, dan informasinya tersampaikan secara jelas agar tulisannya enak dibaca dan tidak kekecilan,” papar Titis.
Kemenangan ini pun menjadi kejutan manis bagi Titis. “Saya tidak menebak sama sekali karena saat pemanggilan itu saya lagi mengedit foto sebagai tim PDD di stan kelas. Tentu saya senang dan bangga, apalagi poster teman-teman yang lain juga sangat keren dan datanya kredibel,” pungkasnya. (A)
Penulis: Aqilah Nur Safura




