Temu Sineas Kinne Komunikasi dan Nol Derajat Universitas Brawijaya

Peserta Teras Kinne Komunikasi berfoto bersama anggota Nol Derajat Universitas Brawijaya dalam rangkaian kegiatan Temu Bareng Sineas, April 2026 (Dok. Laboratorium Kinne Komunikasi)

Ikomupnjatim – Kinne Komunikasi, Laboratorium Film Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan Teras (Temu Bareng Sineas) dengan melakukan kunjungan ke Nol Derajat, UKM Film Universitas Brawijaya pada 4 April. Acara ini merupakan langkah konkret Kinne Komunikasi untuk menjalin relasi, memperoleh wawasan baru, serta menciptakan peluang kolaborasi dengan komunitas film mahasiswa lainnya.

Ketua Pelaksana Teras Kinne Komunikasi 2026, Novia Deviyanna mengungkapkan bahwa Nol Derajat UB dipilih karena unggul dari segi sumber daya manusia. “Dari segi sumber daya manusia, Nol Derajat UB merupakan yang paling unggul dalam list pilihan yang ada,” ujarnya.

Sebanyak 56 peserta dari jajaran BPH Kinne Komunikasi hadir langsung ke Universitas Brawijaya. Suasana kegiatan berlangsung akrab dan santai, dengan agenda utama berupa perkenalan antar divisi, program kerja, serta pencapaian masing-masing organisasi.

Salah satu sesi yang paling mengesankan adalah FGD antar divisi, di mana divisi humas, produksi, dan divisi lainnya dari Kinne berdiskusi langsung dengan divisi dari Nol Derajat. Sesi ini menjadi ruang untuk berbagi ide sekaligus sebagai kesempatan untuk mengenal lebih dekat antara dua komunitas mahasiswa di bidang film tersebut.

Peserta Teras Kinne Komunikasi mengikuti sesi Focus Group Discussion (FGD) bersama anggota Nol Derajat Universitas Brawijaya sebagai ajang bertukar pikiran antar divisi (Dok. Laboratorium Kinne Komunikasi)

Perbedaan paling mencolok terletak pada sistem kepengurusan, di mana Nol Derajat merupakan UKM yang dapat diikuti oleh mahasiswa dari jurusan manapun, sementara Kinne hanya diperuntukkan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi. Perbedaan tersebut justru membuat diskusi lebih menarik dan memperluas perspektif kedua belah pihak selama kegiatan Teras berlangsung.

Bagi Novia, kegiatan ini memberikan pelajaran berharga mulai dari manajemen krisis saat menghadapi pergeseran jadwal, memetakan kelemahan dalam organisasi, hingga memahami pentingnya pembagian tugas yang tepat. “Menurutku pelajaran terpenting adalah belajar untuk mempercayakan tanggung jawab kepada divisi yang tepat, bukan mengerjakan semuanya sendirian,” ungkapnya.

Usai Teras, Kinne Komunikasi berencana untuk mempertahankan hubungan baik dengan Nol Derajat dengan kolaborasi pada program kerja yang serupa di antara keduanya. “Kami memiliki sejumlah program kerja yang mirip, jadi mungkin kami bisa berkolaborasi lagi pada program kerja tersebut,” tambah Novia.

Secara keseluruhan, kegiatan Teras diharapkan berdampak pada peningkatan pemahaman anggota Kinne Komunikasi mengenai etika kerja dalam industri perfilman, sehingga hasil produksi yang dihasilkan menjadi semakin berkualitas dari segi estetika maupun teknis. “Ya semoga relasi yang telah terjalin ini dapat bertahan lama, bahkan untuk angkatan-angkatan baru nantinya,” pungkas Novia. (K)

Artikel ini merefleksikan poin SDGs ke-4, yaitu Quality Education, Poin SDGs ke-9, yaitu Industry, Innovation, and Infrastructure, dan Poin SDGs ke-17, yaitu Partnerships for the Goals.

Penulis: Alfiyah Wintsadin Fashla
Editor: ‘Indanaa Zulfaa