Tampilkan Isu Sosial dan Komedi, Pemenang Drama Psikologi Komunikasi Memeriahkan Panggung Commfest 2026

Penghargaan Best Story kelas F Psikologi Komunikasi dengan drama isu sosial
Penghargaan Best Story kelas F Psikologi Komunikasi dengan drama isu sosial (Dok. Favian, Tim Web News)

Ikomupnjatim – Communication Festival (Commfest) 2026 sukses memberikan kemeriahan lewat berbagai pertunjukan yang disuguhkan. Kemeriahan festival ini turut menampilkan pertunjukan drama dari mata kuliah Psikologi Komunikasi dan diperlombakan untuk kategori Best Story dan Best Performance.

Kategori Best Story berhasil diraih oleh kelas F dengan mengangkat isu krusial mengenai melemahnya nilai mata uang Rupiah. Cerita yang dibawakan tersebut menggambarkan realitas rakyat yang sengsara akibat lonjakan nilai Dollar USD yang meroket dari Rp17.000 hingga menembus angka Rp18.000.

Proses pengerjaan naskah cerita hingga latihan dengan muatan cerita kritik sosial dalam persiapan menuju penampilan membutuhkan waktu selama satu bulan. “Harapannya agar mereka tahu kalau Indoneia sedang tidak baik-baik saja, kita harus melakukan sesuatu untuk menumbuhkan Indonesia ini,” ungkapnya.

Kerja keras dan perjuang mereka membuahkan hasil dengan memberikan kemenangan pada kategori Best Story penampilan drama. “Seneng banget. Setelah semua perjuangan latihan yang dijalani ternyata terbayarkan,” tuturnya.

Penghargaan Best Performance kelas A Psikologi Komunikasi
Penghargaan Best Performance kelas A Psikologi Komunikasi (Dok. Favian, Tim Web News)

Kemudian terdapat penghargaan untuk kategori Best Performance berhasil diraih oleh kelas A Psikologi Komunikasi dengan judul Burungnya Pak Suryo. Unsur komedi dalam cerita bersumber dari perseteruan jenaka antara dua karakter pembantu bernama Paijo dan Darmi.

Kirana perwakilan dari kelas A menjelaskan pemilihan tema ini untuk menunjukkan bagaimana sebuah miskomunikasi yang buruk dapat terjadi di dalam kehidupan. “Karena kita tadi itu membahas miskomunikasi, kalau ada apa-apa itu bisa dibicarakan, jangan sembunyi-sembunyi agar tidak menimbulkan konflik,” tegasnya.

Kirana mengaku bahwa seluruh anggota timnya sempat merasa sangat gugup karena takut melakukan kesalahan saat tampil. “Jujur awalnya deg-degan karena takut ada yang miss pada saat di panggung. Tapi karena kita sudah latihan lumayan waktunya, jadi takut ada miss. Tapi untungnya sewaktu perform tadi lancar semuanya,” ujarnya.

Penampilan dari kedua kelompok pemenang ini berhasil memukau serta menghibur seluruh penonton. Kesuksesan pementasan drama mata kuliah Psikologi Komunikasi ini menjadi salah satu pertunjukan yang menyempurnakan kemeriahan Commfest 2026. (S)

Penulis: Favian Fadlurahman