Ikomupnjatim – Riuh demonstrasi buruh hingga senyum getir para pekerja di jalanan berhasil dirangkum dalam bidikan lensa yang emosional oleh mahasiswa Ikom UPNVJT. Melalui realitas tersebut, kelompok 5 dari kelas B Jurnalisme Kreatif sukses membawa pulang penghargaan sebagai Best Photo Essay Series pada Communication Festival 2026.
Karya visual naratif ini digarap secara kolaboratif oleh Fany Agustin Fadhila, Izzatu Lailatil Maghfiroh, Nadia Puspitasari, Aisyah Fitri Nurhayati dan Ardhivia Immadudini. Melalui kolaborasi yang solid, mereka berhasil mengemas cerita-cerita dari berbagai lapisan sosial di lingkungan sekitar.
Secara garis besar, karya dari kelompok 5 ini merangkum humanisme seperti potret seorang bapak yang berjualan di taman hingga badut bertopeng di jalanan, dokumentasi pergerakan mahasiswaa dan aksi buruh (may day), hingga dinamika ruang kota ikonik seperti Pakuwon di Surabaya dan Jalan Braga di Bandung. Keberagaman potret yang disajikan dalam karya ini berakar dari lingkungan terdekat mereka sendiri.
“Alasan utamanya karena tema ini sangat dekat dengan kami dan mudah dijumpai di keseharian, sehingga lebih mudah untuk digapai. Menariknya, beberapa foto yang kami lampirkan ini sebenarnya sudah tersimpan sebelumnya di galeri kami masing-masing, jadi tidak serta-merta ada tugas baru kami langsung turun berfoto semuanya,” ungkap Fany sebagai perwakilan kelompok.
Bagi mereka, rangkaian photo essay ini bukan sekedar pemenuhan tugas, melainkan refleksi sosial yang sering terabaikan.
“Di tengah hiruk pikuk Kota Surabaya, kami ingin menonjolkan bahwa masih ada mereka yang bekerja mencari nafkah dengan tulus dan tetap melempar senyuman. Kami juga menyoroti bagaimana anak-anak kecil di daerah lain seharusnya bisa mendapatkan akses pendidikan secara layak. Selain itu, lewat foto pergerakan mahasiswa dan aksi buruh, kami berharap teman-teman mahasiswa di era saat ini bisa lebih peka dan aware terhadap situasi negara. Ini menjadi pengingat bagi kami semua untuk melihat hal-hal lain yang sempat luput dari kacamata kami sebagai mahasiswa yang memiliki privilege,” ujar Fany.
Dibalik karya yang bermakna ini, terdapat hambatan yang ditemui oleh Fany dkk. Hambatan utama yang dihadapinya adalah manajemen waktu di tengah banyaknya proyek akademis. Proses penataan tata letak (layouting) dan penyusunan narasi di Canva menjadi fase yang paling membutuhkan waktu. Beruntung, berkat gerak cepat dan solidnya kerja sama antar anggota kelompok, karya tersebut berhasil dirampungkan dengan hasil yang maksimal.
Rasa syukur dan tidak menyangka menyelimuti perasaan seluruh anggota tim saat kelompok mereka diumumkan sebagai pemenang kategori Best Photo Essay Series. Bagi mereka, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi sekaligus hiburan tersendiri atas kerja keras yang telah dikerahkan.
Di akhir sesi wawancara, perwakilan kelompok turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada program studi Ilmu Komunikasi UPNVJT karena terus menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk terus berkreativitas. “Terima kasih untuk Ikom karena selalu menyediakan ruang bagi kami untuk lebih berkreativitas lagi. Menurut kami, proyek-proyek seperti inilah yang membuat kami benar-benar merasakan bagaimana rasanya menjadi anak Ikom seutuhnya. Semoga Comfess kedepannya bisa terselenggara dengan jauh lebih meriah lagi,” tutupnya. (A)
Penulis: Aura Dwinda Sugianti




