Ikomupnjatim – Mahasiswa Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Bina Desa IKOM menggelar kegiatan edukasi pengelolaan sampah dan daur ulang. Bekerja sama dengan Organisasi Intra Sekolah (OSIS) Nurul Huda Sedati, kegiatan ini dilaksanakan di Pendopo TPS3R Soponyongko Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo pada Sabtu (30/05).
Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus membekali para pelajar dengan keterampilan mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kegiatan praktik turut didampingi oleh pengelola TPS3R Soponyongko, Ghofirin.
Pendamping OSIS Nurul Huda Sedati, Ulum, mengapresiasi inisiasi mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan edukatif berbasis praktik bagi para siswa. “Kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan sehat,” tuturnya.
Ketua Kelompok 2 Bina Desa, Regia Rizki Pratama, memaparkan materi bertema “Transformasi Sampah Menjadi Emas: Strategi 3R dengan Fokus Mendalam pada Daur Ulang (Recycle)”. “Penerapan konsep 3R dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam mengurangi timbulan sampah yang terus meningkat,” pungkasnya.
Selain menjelaskan konsep pengelolaan sampah, peserta juga diajak praktik langsung proses daur ulang botol plastik menjadi bahan baku berbagai produk. “Peserta belajar mengubah botol plastik bekas menjadi bunga hias melalui beberapa tahapan, mulai dari pemotongan botol, pembentukan kelopak bunga, pengecatan, hingga penyusunan rangkaian bunga,” jelas Regia.
Hasil kerajinan yang dibuat oleh para peserta tidak hanya digunakan sebagai media pembelajaran, tetapi juga dirangkai menjadi dekorasi gantung area Pendopo. Peserta selanjutnya diajak berkeliling area TPS3R Soponyongko untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah yang dilakukan di lokasi tersebut.
“Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan proses pemilahan sampah, pengolahan sampah organik dan anorganik, serta berbagai fasilitas pendukung yang digunakan dalam sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Selain itu, peserta juga dijelaskan lebih lanjut bahwa di TPS3R Soponyongko terdapat budidaya ikan lele, ikan nila, maggot, dan ternak ayam,” ujar Regia
Melalui rangkaian edukasi ini, Kelompok 2 Bina Desa berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. “Selain meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian lingkungan, kreativitas, dan kebiasaan bertanggung jawab terhadap sampah sejak usia sekolah,” imbuh Regia. (A)
Penulis: Almas Muthia Mumtaz, Azka Salima Wijaya
Editor: Rifqi Akbar Athallah Lazuardi




