Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPNVJT Gelar Sosialisasi Bijak Bermedia Sosial di Desa Kalanganyar

Pemaparan Materi oleh Syifa Syarifah Alamiyah, S.Sos., M.Commun. dalam Kegiatan Sosialisasi Bijak Bermedia Sosial (Dok. Pribadi)
Pemaparan Materi oleh Syifa Syarifah Alamiyah, S.Sos., M.Commun. dalam Kegiatan Sosialisasi Bijak Bermedia Sosial (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Bina Desa Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur sukses menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Bijak Bermedia Sosial” yang dihadiri ibu-ibu RT/RW, anggota pengajian Fatayat, serta pengajian perempuan Bangsa di Desa Kalanganyar. Kegiatan ini diselenggarakan di Aula PAUD Pelangi, Desa Kalanganyar, Sidoarjo pada Sabtu (17/5) lalu.

Sosialisasi berlangsung dalam dua sesi dengan menghadirkan dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran Jawa Timur sebagai pemateri. Sesi pertama dibawakan oleh Syifa Syarifah Alamiyah, S.Sos., M.Commun., yang membahas dampak media sosial serta pentingnya etika bermedia sosial, termasuk menjaga keamanan dan privasi di era digital.

Dalam sesinya, Syifa memaparkan setidaknya ada sepuluh jenis konten yang sebaiknya tidak diunggah di media sosial, antara lain kartu identitas, tiket perjalanan, hingga foto selfie dengan KTP. Syifa juga mengajak para peserta untuk lebih waspada terhadap hoaks dan modus phising dengan cara memeriksa sumber berita, menelaah isi berita secara cermat, serta mewaspadai judul yang clickbait dan provokatif.

Peserta juga dikenalkan dengan sejumlah platform pengecekan fakta yang dapat diakses secara gratis. “Saring sebelum sharing, selalu gunakan media sosial untuk hal yang bermanfaat. Karena berita hoaks sering menggunakan bahasa provokatif yang membuat kita panik, jadi kita perlu untuk cek dulu kebenarannya dan gunakan logika sebelum bereaksi,” ujarnya.

Sesi kedua dibawakan oleh Windri Saifuddin, S.Sos., M.Med.Kom., yang menyoroti pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak menghadapi perkembangan media sosial. Ia menegaskan bahwa ibu memiliki peran penting sebagai pusat komunikasi sekaligus teladan dalam penggunaan media sosial di rumah. “Anak tidak hanya mendengarkan nasihat ibu, tetapi juga meniru cara ibu menggunakan media sosial,” tegas Windri.

Selain peran ibu, Windri juga menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengawasan anak di era digital. Menurutnya, pengasuhan digital perlu menjadi kesepakatan bersama dalam keluarga agar anak dapat menggunakan media sosial dengan bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Kegiatan ini mendapat respons dari pihak desa. Sekretaris Desa Kalanganyar, Diana, menyampaikan bahwa sosialisasi ini sangat menjawab kebutuhan masyarakat, terutama para ibu yang kesehariannya tak lepas dari media sosial.

“Alhamdulillah kehadiran pihak kampus ke desa ini disambut positif oleh ibu-ibu. Terlebih lagi, materi yang disampaikan sangat sesuai dengan permasalahan yang kami hadapi sehari-hari, sehingga memberikan pandangan baru bagi kami, para ibu rumah tangga,” tuturnya.

Sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa program KKNT bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat, khususnya para ibu untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial demi terciptanya ruang digital yang sehat dan bermanfaat. (A)

Penulis: Adelia Belva Sari
Editor: Alfiyah Wintsadin Fashla