Ikomupnjatim – Communication Festival (Commfest) 2026 yang diselenggarakan di Ballroom Twin Tower B Lt. 11 berlangsung dengan meriah. Kemeriahan acara ini salah satunya diwarnai oleh pertunjukan Stand Up Comedy yang dibawakan oleh Kamillo Patijari Parus, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2024 pada Sabtu (6/6).
Kamil menampilkan Stand Up Comedy yang secara keseluruhan menyoroti kinerja pemerintah selama satu setengah tahun terakhir. Materi yang dibawakan secara spesifik membahas tiga aspek utama mengenai komunikasi publik, komitmen terhadap perundang-undangan, dan pengambilan kebijakan.
Pada awal penampilannya, Kamil menyinggung tentang Presiden Prabowo yang kerap berpidato dengan pernyataan defensif dan berkebalikan dengan realitas di masyarakat. “Dalam stand up itu aku menyinggung soal beberapa kebijakan yang diputuskan secara impulsif, seperti Gentengisasi serta belajar bahasa Portugis dan Perancis,” ungkapnya.
Aspek kedua terdapat pada isu ketaatan undang-undang, di mana Kamil menyentil Letkol Teddy yang telah menjalankan tugas melebihi jabatannya sebagai Seskab. “Seperti yang kita tahu dalam satu minggu ini beliau itu sudah melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh menteri lainnya. Misalnya kemarin beliau klarifikasi soal Presiden yang jalan-jalan ke luar negeri, beliau yang menyambut Menteri Sosial, beliau yang menerima tamu undangan dari Perdana Menteri Qatar,” pungkasnya.
Kamil juga menyoroti para menteri dan jajarannya yang dinilai keliru dalam pengambilan keputusan akibat buruknya komunikasi dengan atasan. “Jadi maksudnya gini, kalau kita lihat selama ini laporan para menteri itu diserahkan ke Letkol Teddy dahulu, baru kemudian disampaikan ke Presiden,” jelasnya.
Dalam membuat materi yang padat dan kritis, Kamil mengaku menghabiskan waktu sekitar dua hari untuk proses persiapan pembuatannya. Kamil menambahkan jika bagian tersulit bukan berada pada pembuatan materi yang lucu, melainkan pada riset mendetail mengenai penyimpangan pemerintah supaya tidak mereduksi maksud asli pernyataan pejabat publik.
Proses menuju terpilihnya Kamil untuk menampilkan Stand Up Comedy berawal melalui proses pendaftaran dengan melampirkan daftar riwayat pengalamannya. Pengalaman komedi yang ia cantumkan pada saat mendaftar itu hanyalah rekam jejak penampilan informal di acara organisasi mahasiswa dan kelas public speaking. “Dan pendaftaran itu aku melampirkan CV, isi CVnya ya standar gitu kak, ya momen saat aku stand up informal di acara ormawa, atau di kelas public speaking begitu,” ungkapnya.
Melalui penampilannya, Kamil mengajak seluruh mahasiswa agar tidak pernah lelah dalam mengoreksi dan mengkritik setiap kesalahan yang dilakukan oleh pemerintah. “Sekalinya kita lelah dan lengah, ya berarti mereka telah berhasil membuat kita menyerah,” tegasnya. (S)
Penulis: Favian Fadlurahman




