Ikomupnjatim – Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) kembali membuka kesempatan bagi lulusan SMA/sederajat untuk melanjutkan pendidikan tinggi melalui Seleksi Jalur Mandiri Tahun Akademik 2026. Tahun ini, UPNVJT menyediakan total 2.068 kursi dengan berbagai skema seleksi yang dirancang untuk mengakomodasi beragam potensi, prestasi, dan kemampuan akademik calon mahasiswa baru.
Dalam pelaksanaannya, Jalur Mandiri UPNVJT terbagi menjadi dua kategori, yakni jalur reguler dan jalur kemitraan. Pada kategori jalur reguler, UPNVJT menyediakan empat skema seleksi, yaitu Jalur Mandiri Rapor, Jalur Mandiri UTBK, Jalur Mandiri Prestasi, dan Jalur Mandiri Computer Based Test (CBT). Langkah ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam memberikan kesempatan yang lebih luas bagi calon mahasiswa dengan latar belakang pencapaian yang beragam.
Rangkaian pendaftaran jalur reguler diawali dengan dibukanya Jalur Mandiri Rapor pada 25 Maret 2026 dan berakhir pada 3 Juni 2026. Selanjutnya, pendaftaran Jalur Mandiri UTBK dibuka mulai 25 Mei hingga 22 Juni 2026. Setelah itu, Jalur Mandiri Prestasi berlangsung pada 15 Juni hingga 6 Juli 2026, sementara Jalur Mandiri CBT dibuka pada 23 Juni dan ditutup pada 22 Juli 2026.
Dalam aturan teknis pemilihan program studi, calon mahasiswa diberikan kesempatan memilih maksimal dua program studi. Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Koordinator Sosialisasi dan Promosi Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru UPNVJT, Windri Saifudin, S.Sos., M.Med.Kom., menjelaskan bahwa penempatan program studi pada pilihan pertama perlu dipertimbangkan secara matang karena berkaitan dengan ketersediaan kuota. “Sebisa mungkin jurusan yang benar-benar diinginkan ditempatkan pada pilihan pertama karena hal tersebut berkaitan dengan kuota yang tersedia,” jelas Windri.
Ia menambahkan, dari total 2.068 kursi yang dialokasikan untuk Jalur Mandiri tahun ini, Program Studi Ilmu Komunikasi mendapatkan kuota sebanyak 120 kursi.
Lebih lanjut, Windri menjelaskan bahwa tingkat persaingan pada Jalur Mandiri UPNVJT tergolong cukup tinggi. Secara rata-rata, rasio keketatan berada pada angka 1:8 hingga 1:10, yang relatif setara dengan tingkat persaingan pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Di tengah ketatnya persaingan tersebut, UPNVJT tetap memberikan ruang apresiasi bagi calon mahasiswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik. Menurut Windri, jenis prestasi yang dilampirkan tidak harus linier dengan program studi yang dipilih karena penilaian lebih menitikberatkan pada tingkat dan cakupan prestasi yang diraih.
“Untuk prestasi, jenis prestasi yang dilampirkan tidak diwajibkan sejalan atau linier dengan prodi yang didaftarkan. Karena poin utama penilaiannya dikelompokkan berdasarkan tingkat jangkauan kejuaraan atau prestasi,” ujarnya.
Memasuki persiapan Jalur Mandiri CBT, UPNVJT memastikan seluruh sarana dan prasarana telah siap untuk mendukung pelaksanaan ujian berbasis komputer. Seleksi yang dilaksanakan secara daring dari lokasi masing-masing peserta ini dilengkapi sistem keamanan digital yang ketat serta pengawasan langsung dari panitia pusat guna mendeteksi dan menindak segala bentuk kecurangan.
Sebagai penutup, Windri mengimbau para peserta Jalur Mandiri untuk menentukan pilihan program studi secara realistis dengan mempertimbangkan kemampuan, portofolio, dan tingkat persaingan yang ada. “Yang paling utama, pilih jurusan yang sesuai dengan portofoliomu. Lalu, lihatlah peluang dengan realistis untuk melihat daya saing sehingga kita bisa menentukan berapa persen peluang kita untuk lolos,” pungkasnya. (S)
Penulis: Aura Dwinda Sugianti
Editor: Nabilla Putri Sisilia




