FISIP UPN Jatim Kembangkan Laboratorium Digital Terpadu, Solusi Multidisipliner Berbasis Big Data

Gambar: Laboratorium Digital Terpadu
Sumber: Dokumentasi Pribadi

Ikomupnjatim – Sebagai pelopor dalam pendidikan komunikasi digital, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UPN “Veteran” Jawa Timur terus berinovasi dengan mengembangkan fasilitas baru. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, FISIP UPN Jatim segera mengembangkan laboratorium digital terpadu yang siap memfasilitasi pembelajaran berbasis big data. Laboratorium ini diharapkan dapat menjadi solusi multidisipliner yang mendukung penelitian dan pengembangan ilmu komunikasi kedepannya.

Laboratorium integrated digital yang terletak di lantai satu sayap barat gedung Fisip 2 ini mulai dikembangkan sejak 2024. Berbeda dengan laboratorium lainnya, fasilitas ini bertaraf Fakultas Ilmu Sosial, Budaya, dan Politik (Fisibpol) dan dirancang untuk mendukung inovasi multidisipliner berbasis teknologi digital.

Laboratorium ini mengadopsi pendekatan sociotech dengan skema paperless hybrid meeting, menawarkan pengalaman canggih bagi para penggunanya. Dilengkapi dengan 30 komputer retractable, satu kapten, big screen, mixer, dan controller monitoring, lab ini memungkinkan operasional yang saling terintegrasi dan efisien. 

Dr. Irwan Dwi Arianto, dosen Ilmu komunikasi yang mengampu mata kuliah big data sekaligus kepala laboratorium ini, menjelaskan bahwa kehidupan masyarakat kini telah beralih ke ranah digital. Dengan demikian, laboratorium ini berfungsi sebagai wadah kolaborasi keilmuan komunikasi dengan berbagai disiplin ilmu lainnya, yang diharapkan dapat menghasilkan solusi inovatif untuk menghadapi berbagai permasalahan masyarakat saat ini.

Gambar: Analisis Jaringan Komunikasi Big Data.
Sumber: Dokumentasi Pribadi

“Laboratorium ini saya dedikasikan sebagai bentuk kolaboratif, sehingga permasalahan masyarakat benar-benar bisa terbaca secara komprehensif melalui analisis jaringan komunikasi, yang kemudian berkolaborasi dengan disiplin keilmuan lain, sehingga akhirnya bisa membantu menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat, bisnis, pemerintahan, akademis, dan masih banyak lagi,” jelas Irwan.

Irwan, baru baru ini mengadakan seminar bersama psikolog untuk membahas fenomena predator online. Ia menjelaskan bahwa hasil dari penelitian seminar tersebut menjadi bukti konkret bahwa ilmu komunikasi sebagai studi multidisipliner memiliki relevansi dalam memecahkan berbagai permasalahan publik.

“Selama ini pembacaan big data selalu dari satu sisi saja, sehingga banyak permasalahan masyarakat yang solusinya akhirnya tidak relevan dan bahkan memunculkan masalah-masalah baru. Salah satu contohnya kebijakan publik yang dirasa kurang relevan, karena risetnya masih manual. Maka dengan riset berbasis big data dicari tau masalahnya apa dan dicari solusinya,” ungkapnya.

Sebagai langkah maju, Irwan mengungkapkan visi besarnya untuk laboratorium. “Saya ingin membentuk komunitas digital activism. Nanti akan terpadu, multidisipliner, jadi bisa dari semua mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur,” tutup Irwan, menggambarkan keterlibatan mahasiswa dalam operasional dan pengembangan laboratorium. (F)

Penulis: ‘Indanaa Zulfaa
Editor: Nabilla Putri Sisilia

#Ikomupnjatim #Fisipuatim #Bigdata