Dua Karya Fotografi Jurnalistik Mahasiswa Ikom UPNVJT Mendapat Penghargaan di Commfest 2026

Pemberian Awards Mata Kuliah Fotografi Jurnalistik (Dok. Tim Web News)
Pemberian Awards Mata Kuliah Fotografi Jurnalistik (Dok. Tim Web News)

Ikomupnjatim – Kompetisi tahunan Communication Festival (Commfest) 2026 kembali menjadi panggung pembuktian kreativitas mahasiswa Ilmu Komunikasi UPNVJT. Pada tahun ini, karya dari mata kuliah Fotografi Jurnalistik berhasil mencuri perhatian melalui dua penghargaan, yaitu best photo series yang diraih oleh Dekanusa Nur Kalam dan best photo essay yang dimenangkan oleh Amelia Andriani Putri.

Penghargaan best photo series berhasil diraih oleh Deka melalui karya fotografi berjudul “Di Balik Kota yang Bersih”. Mengambil latar di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Tawangmangu, Malang, Deka memotret rutinitas para petugas kebersihan yang telah mulai bekerja sejak pukul 04.00 pagi untuk mengumpulkan, memilah dan mengangkut tumpukan sampah.

“Saya ingin menunjukkan bahwa di balik bersihnya Kota Malang, ada tangan-tangan pekerja yang jarang mendapatkan perhatian. Karya ini adalah bentuk apresiasi saya untuk profesi yang sering luput dari sorotan, padahal kontribusinya luar biasa,” ungkap Deka.

Proses pembuatan karya ini membutuhkan waktu satu minggu, mulai dari penyusunan konsep hingga turun langsung ke lapangan serta tidak luput dari adanya hambatan. “Beberapa dari mereka khawatir saat melihat kamera, ada kekhawatiran bahwa identitas mereka akan disalahartikan. Karena itu, saya berusaha menjelaskan bahwa tujuan saya datang adalah untuk tugas akademik dan ingin menunjukkan realitas yang mereka jalani secara adil dan apa adanya, bukan untuk menghakimi atau memberikan label tertentu,” ungkapnya.

Deka mengaku tidak menyangka akan meraih penghargaan ini, sekaligus menaruh harapan melalui karya ini agar masyarakat dapat memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki nilai dan kehormatan yang sama dan bagi banyak pihak khususnya pemerintah agar bisa memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para pekerja kebesihan. Di samping itu, ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Ikom atas terselenggaranya Commfest 2026 yang telah memberikan wadah kompetisi bagi mahasiswa.

Sementara itu, kategori best photo essay diraih oleh Amel dengan karyanya yang berjudul “TERTINGGAL: Kisah Penjual Koran di Tengah Zaman yang Berubah”. Karya Amel berfokus pada kehidupan Bu Sumi (77), yang tetap gigih menjual koran cetak di sudut Kota Malang meski masyarakat kini beralih ke media digital.

Amel menceritakan bahwa ide pembuatan photo essay ini lahir secara spontan saat dirinya sedang berada di Malang dan melihat tumpukan koran Bu Sumi yang banyak tersisa hingga sore hari. “Kita sekarang tinggal buka HP buat baca berita, sementara ada orang yang penghasilannya justru bergantung dari koran yang semakin ditinggalkan,” tutur Amel.

Berbeda dengan Deka, proses pengambilan foto Amel berlangsung relatif singkat dan mengalir lancar berkat keramahan dan keterbukaan Bu Sumi. Melalui photo essay ini, Amel menyampaikan pesan agar masyarakat lebih peduli terhadap keberadaan media cetak dan bisa sesekali membeli koran karena menurutnya selain untuk menambah wawasan, dengan membeli koran juga bisa membantu perekonomian penjualnya.

Di akhir wawancara, Amel menyampaikan rasa syukur dan pesan yang dapat menjadi memotivasi bagi mahasiswa. “Semoga Commfest bisa terus jadi wadah untuk mahasiswa dalam berkarya. Selain itu, semoga semakin banyak mahasiswa yang berani mencoba dan menunjukkan karyanya tanpa takut salah atau gagal,” tutupnya. (A)

Penulis: Aura Dwinda Sugianti