Dr. Irfan Wahyudi Soroti Peran AI dalam Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia di COMMX 2026

Dr. Irfan Wahyudi dalam Pemaparan Materi Peran AI dalam Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (Dok. Pribadi)
Dr. Irfan Wahyudi dalam Pemaparan Materi Peran AI dalam Perlindungan dan Pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim – Konferensi Nasional COMMX 2026 yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur kembali menghadirkan diskusi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan isu sosial global. Pada sesi ketiga, peserta mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan paparan dari Dr. Irfan Wahyudi, akademisi dari Universitas Airlangga, yang mengangkat tema “AI and Indonesian Migrant Workers”.

Dalam pemaparannya, Dr. Irfan menjelaskan bahwa pekerja migran Indonesia memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Namun, mereka juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses informasi, kendala bahasa, hingga perlindungan hukum di negara tempat mereka bekerja. Menurutnya, perkembangan teknologi AI dapat menjadi salah satu solusi untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa AI mampu memberikan akses informasi yang lebih cepat dan mudah bagi para pekerja migran. Melalui teknologi berbasis kecerdasan buatan, pekerja dapat memperoleh informasi mengenai prosedur kerja, hak-hak tenaga kerja, regulasi negara tujuan, hingga layanan bantuan darurat yang dapat diakses kapan saja melalui perangkat digital.

Selain itu, teknologi AI juga dapat dimanfaatkan dalam layanan penerjemahan bahasa secara real-time. Fitur ini dinilai penting karena banyak pekerja migran Indonesia yang harus beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya yang berbeda. Dengan bantuan AI, komunikasi antara pekerja migran dengan pemberi kerja maupun instansi terkait dapat berlangsung lebih efektif.

Dr. Irfan juga menyoroti pemanfaatan AI dalam pengelolaan data pekerja migran. Menurutnya, teknologi ini memungkinkan pemerintah dan lembaga terkait untuk melakukan pemantauan serta analisis data secara lebih cepat dan akurat. Dengan demikian, berbagai potensi risiko yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan pekerja migran dapat diidentifikasi lebih awal.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa AI dapat digunakan untuk mendukung program pelatihan dan peningkatan keterampilan calon pekerja migran sebelum keberangkatan. Sistem pembelajaran berbasis AI memungkinkan peserta memperoleh materi yang lebih personal sesuai kebutuhan masing-masing, sehingga mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan di negara tujuan.

Dalam sesi diskusi, Dr. Irfan menegaskan bahwa teknologi harus dipandang sebagai alat yang membantu manusia, bukan menggantikannya. “AI dapat membantu pekerja migran memperoleh informasi, perlindungan, dan akses layanan dengan lebih cepat. Namun, keputusan dan pemahaman tetap berada di tangan manusia,” ujarnya di hadapan peserta konferensi.

Ia juga menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi harus dibarengi dengan peningkatan literasi digital agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.

Melalui pemaparan tersebut, peserta COMMX 2026 memperoleh perspektif baru mengenai bagaimana AI dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia. Kehadiran Dr. Irfan Wahyudi menunjukkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan tidak hanya berdampak pada dunia industri dan bisnis, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, termasuk jutaan pekerja migran Indonesia yang bekerja di berbagai negara. (A)

Penulis: Naomi Nathania Sinaga