Dari Panggung Fakultas ke Sudut Cafe Lokal: Perjalanan Mahasiswa IKOM Rintis Bisnis Aksesoris

Rania saat mempresentasikan produk aksesoris Cecoyis kepada juri dan pengunjung.
(Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim Rania Wulan Istiazah, mahasiswi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur memenangkan kategori Best Tenant dalam ajang Creative Market FISIP yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP pada 28 Oktober 2025 lalu. Capaian tersebut adalah hasil kerja kerasnya dalam membangun bisnis aksesoris yang ia beri nama Cecoyis.

Cecoyis lahir dari ketertarikan Rania terhadap aksesoris dan keinginannya untuk menghadirkan produk yang memiliki karakter tersendiri. Berbekal semangat wirausaha, sebelum benar-benar memulai berbisnis, Rania menawarkan koleksi aksesorisnya kepada teman-temannya.

Rania saat menerima penghargaan Best Tenant di ajang Creative Market FISIP 2025 yang diselenggarakan BEM FISIP UPN, 28 Oktober 2025.
(Dok. Pribadi)

Bagi Rania, penghargaan ini bukan bernilai trofi biasa, melainkan juga pengakuan atas kerja kerasnya selama ini. “Awalnya kaget, gak nyangka bakalan menang. Menurutku itu sebuah hal yang jadi motivasi buat aku untuk terus ngembangin Cecoyis dan lebih serius lagi kedepannya,” ujarnya.  

Melihat peluang, Rania mulai berani mengembangkan Cecoyis, mempromosikannya di berbagai acara dari kafe ke kafe. Respons positif dari para pengunjung di setiap acara membuktikan bahwa bisnisnya sudah mampu menyentuh pasar yang lebih luas.

Perjalanan Cecoyis nampak semakin meyakinkan ketika Rania mulai menitipkan produknya secara rutin di salah satu kafe ternama Surabaya. Tak butuh waktu lama, aksesoris Cecoyis selalu ludes terjual dan harus di-restock dua kali dalam seminggu.

Rania optimis bahwa menjadi mahasiswa dan pengusaha muda bukanlah dua hal yang saling bertabrakan. “Mulai aja dulu, ngga perlu nunggu sempurna, jadi kuncinya konsisten dan bisa membagi waktu,” jelasnya.

Ke depan, Rania memiliki mimpi untuk terus memperluas jangkauan Cecoyis agar dikenal lebih banyak orang. “Pengen banget Cecoyis dikenal luas dan punya ciri khas sendiri, bahkan bisa sampai market yang lebih besar,” pungkasnya. (K)

Penulis: Alfiyah Wintsadin Fashla
Editor: ‘Indanaa Zulfaa