Bawa Pulang Medali Perak dari Malaysia, Mahasiswa IKOM Juarai Lomba Esai Internasional

Sarah melakukan presentasi karya dalam Kompetisi Esai “2nd International Student Summit (ISS) 2026” di Malaysia. (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim Mahasiswa Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Sarah Zeta Aulia, berhasil meraih medali perak pada kompetisi esai 2nd International Student Summit (ISS) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia pada Februari lalu.

Bersama 3 orang rekannya, ia mengangkat karya berjudul “Legal Mate: An-Integrated Legal Education Platform With a TAM-Based Communication Approach to Improve Legal Literacy and Accessibility in Indonesia”. Sarah menerangkan, gagasan tersebut berfokus pada pengembangan platform edukasi hukum berbasis teknologi.

Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, mahasiswa semester 6 ini berperan  dalam merumuskan strategi komunikasi dalam gagasan yang dirancang agar dapat diterima oleh masyarakat. “Aku fokus pada teori komunikasi, bagaimana aplikasi ini bisa disebarluaskan dan diterima dengan baik,” jelasnya.

Sarah Meraih Medali Perak dalam Kompetisi Esai “2nd International Student Summit (ISS) 2026” di Malaysia. (Dok. Pribadi)

Sarah memanfaatkan teori Technology Acceptance Model (TAM) untuk menganalisis bagaimana teknologi dapat digunakan dan diterima oleh publik. Menurutnya, pendekatan komunikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konsep yang diusung timnya.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation ini berlangsung selama tiga hari dua malam. Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara dengan latar keilmuan beragam untuk berkompetisi sekaligus bertukar gagasan.

Sarah dan tim harus beradu ide dengan 135 peserta yang lolos ke tahap final dari berbagai negara. “Finalisnya berasal dari Indonesia, Malaysia, Kenya, Somalia, dan beberapa negara lain,” katanya.

Potret Sarah Bersama Tim pada Pelaksanaan Kompetisi. (Dok. Pribadi)

Di balik pencapaiannya, Sarah sempat dihadapkan dengan tantangan dalam membagi waktu karena harus menjalani magang secara bersamaan. “Tantangan terbesarnya adalah manajemen waktu karena saat itu aku juga sedang magang,” ungkapnya.

Sarah menilai keberhasilan tersebut juga dipengaruhi oleh kemampuan tim dalam menjaga komunikasi selama proses berlangsung. Menurutnya, keberanian untuk mencoba dan saling meyakinkan satu sama lain menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan selama kompetisi. (D)

Penulis: Ertita Lisa Dwi Kusuma 
Editor: ‘Indanaa Zulfaa