Commposition 2026 Hadirkan Produser Rayu Film untuk Buka Perspektif Riset Perfilman Mahasiswa

Produser Rayu Film, Rifqi Ajir, menyampaikan materi Film Production Management pada gelaran Commposition 2026. (Dok. Baby Andrela)
Produser Rayu Film, Rifqi Ajir, menyampaikan materi Film Production Management pada gelaran Commposition 2026. (Dok. Baby Andrela)

Ikomupnjatim – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur sukses menggelar Communication Symposium & Convention (Commposition) 2026 pada Rabu, 4 November 2026. Seminar internasional tahunan yang menghadirkan produser Rayu Film Rifqi Ajir ini bertempat di Auditorium Lantai 11 Twintower B UPN “Veteran” Jawa Timur.

Rangkaian simposium tersebut turut menghadirkan pakar industri kreatif seperti Product Group Manager PT Jamu Iboe Jaya Perry Angglishartono dan Operational Manager Radio Kosmonita Ratna Wina. Sesi ilmiah ini kemudian disempurnakan oleh pemaparan sinematografi dari Rifqi Ajir selaku produser dari Rayu Film.

Dalam pemaparannya, Rifqi Ajir membedah manajemen produksi film serta pentingnya tata kelola alokasi dana secara terstruktur dari praproduksi hingga distribusi. Selain itu, ia turut mengingatkan bahwa sebuah karya audiovisual yang baik perlu mengangkat persoalan sosial yang relevan di tengah masyarakat serta didukung oleh riset data yang mendalam agar tetap aktual di masa mendatang.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembuatan film adalah kerja tim bukan ego individu dalam mengelola seluruh rangkaian produksi kreatif di lapangan. “Pembuatan film itu bukan karya audio visual aja, tapi adalah kerja tim bukan ego individu,” tegas Rifqi.

Kehadiran Rifqi Ajir secara khusus diproyeksikan untuk menjembatani mahasiswa semester akhir dalam menemukan fenomena riil industri sinema sebagai objek skripsi. Langkah strategis Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur ini terbukti mampu membuka pandangan baru mengenai potensi riset sinematografi yang komprehensif.

Salah satu mahasiswa peserta, M. Fahreza Zulfahmi, menyoroti sesi khusus bersama Rifqi Ajir yang tidak hanya membedah seluk-beluk manajemen produksi film secara profesional, tetapi juga membagikan pengalaman inspiratifnya sebagai aktivis lingkungan. “Penjelasan beliau tidak sekadar teori, melainkan berbasis pengalaman lapangan langsung seperti pembuatan film dokumenter pembebasan lumba-lumba sirkus, sehingga sangat menginspirasi kami dalam merumuskan objek skripsi yang relevan dan berdampak,” ujar Fahreza.

Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur Hanna Nurhaqiqi, S.I.P., M.A., menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi akademisi dan praktisi yang dinilai sangat progresif bagi mahasiswa. “Harapannya ini bisa menjembatani teman-teman yang menyukai film agar paham bahwa karya audio visual bisa menjadi platform riset yang apik,” tutur Hanna.

Menutup rangkaian simposium, Hanna optimistis bahwa integrasi pengetahuan praktis ini akan mencetak lulusan komunikasi yang unggul dan berdaya saing global. “Semoga film bisa menjadi topik riset yang apik dan menjadikan kalian mahasiswa komunikasi kekinian yang paham betul alasan karya dibuat,” tutup Hanna. (N)

Berita ini termasuk nilai Sustainable Development Goals (SDGs) poin Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (SDG 8), Industri, Inovasi, dan Infrastruktur (SDG 9), serta Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).

Penulis: Naura Deswanti