Commposition IKOM UPNVJT Hadirkan Radio Kosmonita, Beda Strategi Branding Media di Era Digital

Pemaparan materi dari Ratna Wira (Dok. Panitia)
Pemaparan materi dari Ratna Wira (Dok. Panitia)

Ikomupnjatim – Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan Commposition 2026 di Ballroom Twin Tower lantai 11 pada hari Rabu (4/11/2026). Pada kesempatan ini, IKOM UPNVJT mempersembahkan Radio Kosmonita sebagai salah satu narasumber untuk memberikan mahasiswa pengetahuan secara langsung dari sektor industri media.

Radio Kosmonita diwakili oleh Ratna Wira yang menceritakan tentang perjalanan radio yang ditujukan untuk perempuan dan keluarga di tengah perkembangan digital yang pesat. Ia menekankan bahwa sejak awal berdirinya, Radio Kosmonita tetap setia menjadi pendamping perempuan dan keluarga tanpa mengubah segmennya.

Agar tetap terhubung dengan pendengarnya, Radio Kosmonita melakukan perubahan merek pada tahun 2025. Desain logo sekarang tampil dengan nuansa pink dan jenis huruf yang lebih modern, menggantikan kombinasi warna oranye dan hijau yang sudah akrab di telinga para pendengar.

Transformasi ini juga tampak di studio yang kini lebih cerah dan dilengkapi dengan televisi. Siaran kini tidak hanya berbentuk audio, karena Radio Kosmonita beroperasi selama 24 jam dan dapat diakses melalui TikTok Live serta layanan streaming yang memungkinkan pendengar menikmati dari berbagai lokasi.

Untuk mahasiswa IKOM, kisah ini merupakan contoh nyata bagaimana strategi branding diterapkan di sektor media. Ratna menegaskan bahwa setiap platform memiliki karakteristik unik, sehingga konten harus terus dimodifikasi untuk dapat diterima oleh audiens.

Selain aktif di udara dan daring, Radio Kosmonita juga secara rutin mengadakan pertemuan langsung dengan pendengar melalui komunitas. Salah satu kegiatan yang diadakan adalah bernyanyi bersama dengan orang-orang baru, yang dilaksanakan setiap dua bulan sekali dan pernah dihadiri oleh sekitar 130 peserta.

Ratna juga mengungkapkan kendala yang dihadapi oleh media saat ini, mulai dari audiens yang semakin terfragmentasi, meningkatnya jumlah podcast, hingga tekanan dari pengiklan yang menginginkan data, namun ia tetap percaya bahwa selama penyiaran, online, dan offline dapat berjalan seimbang. “Ketika segmentasi semakin kecil, sebenarnya peluangnya justru semakin besar,” kata Ratna.

Dari sisi panitia, Dimas Rio merasa senang melihat semangat peserta dan berharap Commposition dapat terus menjadi platform pembelajaran yang berguna bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat reputasi IKOM. “Materinya sangat menarik, karena komunikasi tetap sangat bergantung pada anggota radio di media,” ujar Dimas. (N)

Kegiatan ini sejalan dengan poin SGDs ke 4 yakni Pendidikan Berkualitas.

Penulis: Syahilla Fairuzzah Ramadhani