Ikomupnjatim – Mahasiswa Kelompok 2 KKNT Bina Desa IKOM melaksanakan penanaman sawi hidroponik di TPS3R Soponyongko, Desa Kalanganyar, Sidoarjo, pada April lalu. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat sekaligus memperingati Hari Bumi.
Penanaman sawi dilakukan bersama pengelola TPS3R Soponyongko sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Program ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan metode pertanian yang bisa diterapkan pada lahan terbatas.
Mahasiswa memilih sistem hidroponik karena dinilai lebih efisien dalam pemanfaatan lahan serta ramah lingkungan. Metode ini juga dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ruang untuk bercocok tanam.
Pengelola TPS3R Soponyongko, Ghofirin, mengatakan bahwa program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan lahan bagi masyarakat. “Pemanfaatan hidroponik terkait sayuran ini diupayakan sebagai bentuk usaha ketahanan pangan, sebagai percontohan untuk masyarakat, termasuk anak-anak kecil,” Ujar Ghofirin.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan sayuran, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Ghofirin juga berharap ada program serupa yang bisa diterapkan di berbagai lingkungan permukiman.
Melalui kegiatan tersebut, Mahasiswa Kelompok 2 Bina Desa menunjukkan bahwa produksi sayuran segar tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Sistem hidroponik juga relatif mudah diterapkan dan dirawat oleh masyarakat.
Ketua Kelompok 2, Regia Rizki, menilai program hidroponik ini bisa menjadikan TPS3R Soponyongko sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. “Semoga yang awalnya mungkin dalam persepsi orang lain TPS adalah tempat yang kotor dan bau, bisa dimanfaatkan sebagai sarana edukasi, salah satunya ialah untuk penanaman sayur dengan media hidroponik,” Pungkasnya. (S)
Penulis: Nabil Abdillah Makarim
Editor: Ertita Lisa Dwi Kusuma




