CommX 2026: Dr. Pariya Ahluwaliya Ungkap AI Bukan Ancaman, Kreativitas Manusia Tetap Jadi Kunci

Dr. Pariya Ahluwaliya membawakan materi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri periklanan di Thailand pada CommX2026
Dr. Pariya Ahluwaliya membawakan materi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri periklanan di Thailand pada CommX2026 (Dok. YouTube UPN Televisi Jatim)

Ikomupnjatim – Pakar Hubungan Masyarakat dan Pemasaran di Thailand Dr. Pariya Ahluwaliya membawakan materi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri periklanan di Thailand pada CommX2026.

Dalam pemaparannya, Dr. Pariya Ahluwaliya menekankan bahwa memahami peran AI dalam industri periklanan tidak cukup hanya dengan menggunakan teknologinya saja. Pemahaman yang lebih komperehensif mengenai AI juga dibutuhkan dengan mengkaji dimensi lainnya, termasuk aspek kreativitas manusia.

Isu komunikasi digital di Asia membaca paradigma baru yaitu Human-AI Collaborative Advertising. Beliau menjelaskan bahwa industri periklanan sebelumnya sangat bertumpu pada kreativitas, perspektif, dan keahlian manusia. Namun, kini paradigma tersebut telah mengalami pergeseran signifikan.

“Paradigma hari ini telah berubah menjadi Human-AI Collaborative Advertising. Industri periklanan kini gabungan dari kreativitas manusia melalui pendekatan berbasis data dan kecerdasan AI,” jelasnya.

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) justru tidak menggantikan kreativitas manusia. Sebaliknya, AI berperan sebagai mitra kognitif yang memperkuat kompetensi manusia dan mengintegrasikan kecerdasannya ke dalam praktik periklanan melalui dukungan manusia.

Dr. Pariya juga memaparkan AI sendiri kini telah diterapkan secara luas di berbagai industri periklanan. Kemajuan ini menjadikan waktu produksi jauh lebih efisien, di mana iklan yang diproduksi memakan kurun waktu hingga satu minggu. Kini AI mampu memproduksi iklan hanya dalam beberapa menit.

Dibalik kecanggihan AI, pakar tersebut turut menyoroti tantangan yang muncul akibat melimpahnya konten berbasis AI. Kejenuhan konten bagi audiens menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi.

Sebagai penutup, materi ini menjadi pengingat penting bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi, khususnya yang berminat di bidang periklanan dan pemasara bahwa menguasai teknologi saja tidak cukup. Dibutuhkan sikap kritis dan kompetensi yang kuat agar dapat bersaing dan berkontribusi nyata di industri yang terus berkembang. (S)

Penulis: Lailatul Jannah Indah Lestari