Ikomupnjatim – Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menggelar Commx 2026 dengan mengusung tema “SEAnergy : Communication, Cuture and Collaboration in Digital South East Asia” hari ini (17/06).
Ketua penyelenggara, Sigit Andrianto, S.I.Kom., M.I.Kom menjelaskan bahwa tema “Seanergi” dipilih karena relevan dengan perkembangan era digital yang semakin menghubungkan masyarakat dari berbagai negara. Menurutnya, digitalisasi telah mempermudah komunikasi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk dalam bidang akademik.
“Dengan adanya digitalisasi, semua bisa terhubung dan mempermudah komunikasi. Hal ini juga mendukung komunikasi antarbudaya meskipun terdapat perbedaan budaya antara satu negara dengan negara lainnya,” ujarnya.
Selain menghadirkan narasumber dari luar negeri, konferensi ini juga menjadi bagian dari upaya Program Studi Ilmu Komunikasi untuk memperkuat kredibilitas dan eksistensinya di tingkat internasional. Saat ini, program studi Ilmu Komunikasi telah memiliki jenjang pendidikan sarjana dan magister, serta tengah mempersiapkan pembukaan program doktoral.
Dosen Ilmu Komunikasi, Achmad Farouq Rifqi, S.IP., M.A. mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia global yang menuntut kemampuan komunikasi dan kolaborasi lintas negara.
“Mahasiswa perlu dipersiapkan untuk menjalin hubungan dan memperluas koneksi, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. Melalui kegiatan ini mereka dapat mengasah kemampuan presentasi dalam forum internasional, menggunakan bahasa asing, dan berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara,” jelasnya.
Antusiasme peserta terhadap CommX 2026 juga terbilang tinggi. Hingga menjelang pelaksanaan kegiatan, panitia mencatat sebanyak 236 paper akan dipresentasikan dalam konferensi tersebut. Paper yang diterima berasal dari berbagai perguruan tinggi, tidak hanya dari kampus penyelenggara.
Konferensi ini akan diselenggarakan secara hybrid dan panitia menyatakan seluruh persiapan teknis telah hampir rampung. “Persiapan sudah sekitar 90 persen dan kami siap menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Sigit.
Selain akademisi dari berbagai perguruan tinggi, kegiatan ini juga akan dihadiri anggota Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) serta peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Panitia juga memperkirakan kehadiran peserta internasional, termasuk mahasiswa dari Thailand dan Malaysia yang memiliki keterkaitan dengan para narasumber yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Minat mengikuti konferensi juga datang dari sejumlah kota seperti Yogyakarta dan Solo. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah dan negara diharapkan dapat memperkaya diskusi ilmiah sekaligus memperluas jejaring akademik di bidang komunikasi.
Minat mengikuti konferensi juga datang dari sejumlah kota seperti Yogyakarta dan Solo. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah dan negara diharapkan dapat memperkaya diskusi ilmiah sekaligus memperluas jejaring akademik di bidang komunikasi. (S)
Penulis: Lailatul Jannah Indah Lestari




