Ikomupnjatim – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur, Rasyiid beserta rekan kelompok mata kuliah Management Event sukses menyelenggarakan Youth Art Expression 2026, sebuah ajang yang mewadahi ekspresi seni dan kreativitas generasi muda melalui kompetisi dance serta creative market bertema “K-Pop Culture and Creative Market”. Kegiatan yang merupakan implementasi mata kuliah Manajemen Event tersebut digelar di Fairyway Nine, Lenmarc Mall Surabaya, pada Jumat (30/05/2026).
Ketua pelaksana Youth Art Expression 2026, Rasyid Fadhilah Yusuf, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2023, menjelaskan bahwa acara ini dirancang untuk mewadahi berbagai komunitas dan fandom budaya populer, mulai dari K-Pop, J-Pop, hingga komunitas kreatif lainnya.
“Youth Art Expression merupakan ruang bagi berbagai komunitas dan fandom untuk menampilkan ekspresi seni mereka, baik dari penggemar K-Pop, J-Pop, maupun budaya pop lainnya. Tahun ini kami mengangkat tema K-Pop Culture and Creative Market karena melihat antusiasme yang sangat besar terhadap budaya tersebut, khususnya di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Pemilihan tema K-Pop didasarkan pada tingginya minat masyarakat Surabaya terhadap budaya populer asal Korea Selatan tersebut. Menurut Rasyid, komunitas dance cover K-Pop di Surabaya berkembang cukup pesat dan aktif mengikuti berbagai kegiatan maupun kompetisi.
“Saya melihat jumlah dancer K-Pop di Surabaya sangat banyak. Mereka rutin berlatih di berbagai ruang publik dan selalu antusias mengikuti event-event serupa. Hal ini menunjukkan bahwa budaya K-Pop memiliki daya tarik yang kuat di kalangan anak muda,” jelasnya.
Melalui kompetisi yang digelar, panitia berharap dapat memberikan ruang bagi para dancer muda untuk menunjukkan bakat dan kemampuan mereka di hadapan publik. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan rasa percaya diri peserta sekaligus memperluas jaringan pertemanan dan kolaborasi antar komunitas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang jalannya kompetisi. Beragam penampilan kreatif berhasil memukau penonton melalui konsep pertunjukan yang menarik, penggunaan properti pendukung, hingga interaksi yang melibatkan audiens secara langsung.
“Peserta tahun ini tampil sangat totalitas. Banyak yang menghadirkan konsep pertunjukan unik, menggunakan properti, serta menciptakan penampilan yang lebih atraktif dan interaktif. Menariknya, sebagian besar peserta masih berstatus pelajar, bahkan ada yang usianya masih sangat muda,” ungkapnya.
Di balik kemeriahan acara, panitia mengaku menghadapi sejumlah tantangan selama proses persiapan. Keterbatasan pendanaan menjadi salah satu hambatan utama yang harus dihadapi. Untuk mengatasinya, panitia melakukan promosi secara intensif serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak sponsor guna mendukung keberlangsungan acara.
Selain itu, koordinasi antaranggota panitia juga menjadi tantangan tersendiri mengingat tidak semua kru memiliki pemahaman yang sama mengenai budaya K-Pop. Namun, melalui komunikasi dan kerja sama yang baik, seluruh rangkaian acara dapat terlaksana dengan lancar dan sesuai rencana.
Menutup penyelenggaraan acara, Rasyid berharap Youth Art Expression dapat menjadi motivasi bagi para peserta untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitas yang mereka miliki.
“Semoga teman-teman terus konsisten berkarya, disiplin dalam berlatih, dan tidak berhenti belajar. Dengan usaha dan kerja keras yang dilakukan secara berkelanjutan, saya yakin setiap orang dapat meraih kesuksesan sesuai bidang yang mereka tekuni,” tutupnya.
Penulis: Vanessa Nova R.S
Editor: Nabilla Putri Sisilia




