Ikomupnjatim – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Bina Desa Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan pengajaran bertema “MENTARI: Menanamkan Tata Krama Dini” yang berfokus pada pembentukan karakter anak usia sekolah dini. Menyasar siswa kelas 1, 3, dan 5, kegiatan ini berlangsung di SDN Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo pada Jumat (23/5).
Nayla Agasta, selaku ketua pelaksana kegiatan mengutarakan bahwa program MENTARI hadir sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai kesopanan kepada siswa sejak dini. Tema tata krama dipilih karena memiliki dampak yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah.
“Karena di era sekarang penanaman nilai tata krama sejak dini semakin penting, tanpa dasar etika yang kuat maka anak-anak berpotensi tumbuh tanpa memahami batasan perilaku yang sesuai di lingkungan sosial mereka. Maka dari itu, kami mulai memperkenalkan materi terkait kebiasaan sehari-hari yang sederhana,” ungkap Agasta.
Kegiatan dilakukan dengan pendekatan fun learning dan membagi kelompok mahasiswa ke tiga kelas dengan metode yang bervariasi, meliputi penggunaan lagu dan berbagai aktivitas interaktif sederhana untuk kelas satu, presentasi visual dan menonton bersama untuk kelas tiga, dan pembacaan dongeng untuk kelas lima.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan permainan edukatif yang melibatkan seluruh siswa. Sesi ini bertujuan untuk melatih keberanian siswa dalam berbicara di depan umum sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program ini. Indri Kusuma Ningrum, Guru SDN Kalanganyar berpendapat bahwa kegiatan pengajaran mahasiswa Bina Desa membawa dampak positif dan menciptakan suasana belajar yang baru bagi siswa.
“Programnya bagus, mahasiswa juga kompak dan aktif. Ada progres terlihat pada anak-anak. Mereka kreatif dalam menyampaikan materi sehingga anak-anak jadi lebih tertarik,” tuturnya.
Bu Indri turut menyoroti pentingnya kegiatan pengabdian mahasiswa di lingkungan sekolah dasar. “Ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa yang langsung terjun ke masyarakat, khususnya di sekolah-sekolah. Anak-anak jadi mendapatkan pengalaman baru dari kakak-kakak mahasiswa,” tambahnya.
Melalui program MENTARI, mahasiswa berharap para siswa mampu mengenali perilaku terpuji secara mandiri, meningkatkan rasa empati, dan lebih percaya diri untuk mengekspresikan diri secara positif di lingkungan sekolah.
“Harapannya, dengan pendekatan kami yang menyenangkan dan interaktif, semoga kegiatan ini dapat diterapkan secara langsung oleh siswa dalam keseharian mereka dan mereka mampu menanamkan nilai sopan santun, meningkatkan rasa empati, serta membangun kebiasaan yang positif sejak dini,” tutup Agasta. (A)
Penulis: Alfiyah Wintsadin Fashla
Editor: ‘Indanaa Zulfaa




