Ikomupnjatim – Kelompok mahasiswa Ikom UPNVJT angkatan 2024 sukses menyabet penghargaan kategori Best Paper dalam Commfest 2026 untuk mata kuliah Kajian Media dan Budaya (KMB). Penghargaan ini diraih melalui paper ilmiah yang berjudul “Analisis Wacana Digital Instagram @bbcindonesia tentang Pembakaran Padepokan Saung Taraju dan Rumah Doa Kristen Tesalonika”.
Melalui paper ilmiah yang mengangkat isu intoleransi beragama di akun instagram @bbcindonesia, para penulis mengamati bagaimana audiens memaknai, menafsirkan dan merespons isu tersebut. Paper ini disusun oleh kolaborasi solid lima mahasiswa, yaitu Laisha Armanda Ditha Fadillah, Rizky Zidane Hafizh, Otniel Felix Nugroho, Mutiatul Hasanah, dan Ahmad Raihan Ubaidillah.
Berbeda dari kebanyakan peserta lain yang cenderung berfokus pada satu sudut pandang saja, kelompok ini memberikan analisis yang lebih komprehensif. Dengan menggunakan metode analisis wacana digital Rodney H. Jones, mereka membedah tiga aspek mulai dari produsen, teks dan audiens media.
“Kami tidak expect (menyangka) bakal menang, tapi mungkin karena kita menggunakan pisau analisis wacana digital yang membedah tiga aspek mulai dari produsen, teks hingga audiens media. Sementara yang lain rata-rata hanya fokus memilih salah satu aspek saja,” ujar Felix sebagai perwakilan kelompok saat diwawancarai.
Ide penelitian ini lahir dari pengamatan kritis mereka terhadap perilaku netizen Indonesia. Melalui penyaringan data komentar, mereka berhasil memetakan riuh interaksi digital netizen ke dalam empat pola respons, yakni kritik terhadap intoleransi, pembelaan terhadap kelompok minoritas, justifikasi aspek legalitas, hingga kontestasi identitas keagamaan yang memicu perdebatan sengit antar pengguna.
Perjalanan dalam meraih predikat Best Essay ini tidak dilalui dengan instan. Proses pengerjaan paper ini memakan waktu kurang lebih dua bulan terhitung sejak 31 Maret lalu. Di tengah padatnya perkuliahan, mereka harus menghadapi berbagai tantangan manajemen waktu.
“Hambatan terbesar kami mungkin karena banyaknya tugas perkuliahan yang berjalan bersamaan, sehingga pengerjaan paper ini sering tertunda. Kami bahkan mengalami penolakan draf sehingga harus melakukan revisi sebelum akhirnya berhasil menjadi yang terbaik,” ungkap Felix.
Melalui kajian ilmiah ini, Felix dkk membawa misi edukasi bagi masyarakat luas. Mereka berharap hasil riset ini bisa menyadarkan publik untuk lebih bijak dalam berkomentar di era digital, serta tidak mudah terpancing oleh komentar yang dapat mengadu domba.
Menutup sesi wawancara, kelompok 7 ini menitipkan harapan besar untuk penyelenggaraan Commfest di masa mendatang agar persiapannya semakin matang. Sementara dari sisi akademis, mereka berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas luaran yang dihasilkan oleh mahasiswa Ikom dari proses pembelajaran di kelas.(S)
Penulis: Aura Dwinda Sugianti




