Kunjungi Cyber PR UPN Jatim, Perhumas Muda Surabaya Pelajari Penerapan Big Data dalam Digital PR

Kunjungan Perhumas Muda di Laboratorium Cyber PR (Dok. Pribadi)

Ikomupnjatim – Laboratorium Cyber Public Relations (Cyber PR) Program Studi Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur menerima kunjungan studi banding dari Perhumas Muda Surabaya Raya pada Sabtu (23/5). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Broadcasting dan Laboratorium Cyber PR tersebut menjadi ajang bertukar wawasan mengenai praktik kehumasan profesional serta pemanfaatan teknologi komunikasi digital di era modern.

Ketua Pelaksana Studi Banding, Michaela Sinaga, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman antara organisasi mahasiswa dengan komunitas praktisi kehumasan muda. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi perkenalan organisasi, dilanjutkan Focus Group Discussion (FGD), berbagai aktivitas interaktif seperti games dan ice breaking, hingga sesi penyerahan plakat sebagai simbol kerja sama.

“Jadi ada kegiatan perkenalan organisasi masing-masing, kemudian ada FGD, selanjutnya ada fun activities seperti games dan ice breaking, lalu ditutup dengan sesi penyerahan plakat dan kegiatan lainnya,” ujar Michaela.

Melalui kegiatan tersebut, Cyber PR memperoleh berbagai wawasan baru terkait praktik kehumasan profesional yang selama ini diterapkan oleh para mitra dan praktisi yang tergabung dalam Perhumas Muda Surabaya Raya.

“Mereka banyak bekerja sama dengan praktisi maupun perusahaan. Dari situ kami mendapatkan insight baru tentang bagaimana kehumasan dijalankan di dunia kerja yang sesungguhnya,” jelasnya.

Sebaliknya, Perhumas Muda Surabaya Raya menunjukkan ketertarikan terhadap penerapan big data yang selama ini dikembangkan oleh Laboratorium Cyber PR. Dalam sesi diskusi, peserta mempelajari proses pengumpulan data digital, teknik analisis, hingga penerapan teori-teori komunikasi yang digunakan dalam pengelolaan big data.

“Jadi mereka belajar bagaimana big data bekerja, bagaimana proses pengumpulan dan pengolahan data dilakukan, hingga bagaimana hasil analisisnya dimanfaatkan dalam praktik kehumasan,” tambah Michaela.

Studi Banding Cyber PR dan Perhumas Muda Surabaya (Dok. Pribadi)

Menurut Michaela, ketertarikan tersebut muncul karena sebagian besar anggota Perhumas Muda lebih banyak berfokus pada praktik digital public relations melalui media sosial dan kanal komunikasi digital lainnya. Sementara itu, Cyber PR menawarkan pendekatan yang lebih spesifik melalui pemanfaatan big data sebagai dasar pengambilan keputusan komunikasi.

“Mereka sudah banyak belajar tentang digital PR melalui media sosial dan platform digital lainnya. Namun, mereka melihat bahwa penerapan big data yang dilakukan Cyber PR sudah cukup maju dan menarik untuk dipelajari lebih dalam,” ungkapnya.

Pertukaran wawasan tersebut membuka peluang kerja sama antara kedua pihak di masa mendatang. Salah satu rencana yang dibahas adalah kolaborasi dalam proyek kehumasan yang menggabungkan jaringan klien dari Perhumas Muda dengan kemampuan analisis data yang dimiliki Cyber PR.

“Mereka mengajak kami untuk berkolaborasi dalam bidang kehumasan. Nantinya mereka bisa membantu menjalin relasi dengan klien, sementara kami berkontribusi dalam proses pengumpulan dan analisis data,” ujarnya.

Selain itu, Cyber PR dan Perhumas Muda Surabaya Raya juga mendiskusikan sejumlah program kolaboratif lainnya, seperti kegiatan kunjungan bersama serta program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Ke depan kami berencana mengadakan visit bersama dan program CSR. Mereka cukup sering melakukan kunjungan organisasi, sementara Cyber PR memiliki pengalaman dalam menyelenggarakan kegiatan CSR, sehingga keduanya bisa saling melengkapi,” jelas Michaela.

Melalui studi banding ini, Cyber PR berharap mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai praktik kehumasan profesional sekaligus meningkatkan kesiapan mereka untuk menghadapi dunia kerja.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi teman-teman untuk memahami bagaimana kehumasan diterapkan secara profesional di dunia kerja, karena tentu ada banyak hal yang berbeda antara pengalaman berorganisasi dan praktik di lapangan,” pungkas Michaela. (S)

Penulis: Rifqi Akbar Athallah Lazuardi
Editor: Nabilla Putri Sisilia