
Ikomupnjatim – Video klip lagu Sal Priadi, “Ada Titik-Titik di Ujung Doa” sempat menduduki trending satu YouTube sejak pertama kali diunggah, yakni pada Maret lalu. Kesuksesan itu rupanya tak lepas dari campur tangan Habil Fachryl, Alumni Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timur angkatan 2017 dengan perannya sebagai produser.
Hingga kini, karya Habil telah ditonton hingga lebih dari 7,4 juta kali di platform YouTube. Bukan sekadar keberuntungan, hal tersebut merupakan buah dari kerja keras serta konsistensi Habil dalam menggeluti industri audio visual.
Habil mengaku telah tertarik pada bidang media kreatif sejak SMA. Hingga memasuki bangku kuliah, ia lanjut mengasah potensinya lewat Laboratorium Kinne Komunikasi. Pengalamannya sebagai staf divisi Litbang hingga menjadi ketua pada periode 2019-2020 memberikan bekal baginya, terutama dalam penyutradaraan dan pengambilan gambar.

Habil semakin menyadari minatnya setelah menjalani magang di People Film, sebuah rumah produksi di Surabaya. “Karena semakin aku tahu industri audio visual yang lebih profesional itu semakin menarik dan semakin bisa untuk aku kerjain,” ungkap Habil.
Sejak itu, perjalanan produserialnya perlahan terbentuk. Ia mencoba berbagai peran, dimulai dari menjadi locman, art, hingga akhirnya dipercaya menjadi produser. “Sebenarnya itu salah satu unsur dari produksi gitu, karena dari situ akhirnya track record yang aku kerjain di produserial terus,” ujarnya.

Karirnya kian melonjak setelah kolaborasinya bersama sutradara Raka dalam menggarap berbagai video klip musisi tanah air, seperti Feast, Feby Putri, hingga Teddy Adhitya. “Karena aku masih keep in touch sama Mas Raka yang dulu awal kenalnya dari People Film, beberapa kali dia itu punya project yang perlu dikerjakan di luar Jakarta, barulah coba aku di situ untuk nge-produce, ngebantuin Mas Raka,” jelas Habil.

Selain sebagai produser, Habil juga sempat menyutradarai film berjudul “Kamis”. Karya yang menceritakan tentang mahasiswa Trisakti 98 itu bahkan mendapatkan penghargaan. “Filmnya di-submit ke Froyonion Film Festival, kita waktu itu sempat masuk nominasi Best Production Design,” katanya.
Habil mengaku sangat bersyukur dan merasa segala kelelahan tim tergantikan setelah melihat ribuan apresiasi serta komentar positif di kolom YouTube. “Rasanya tuh terbayar lah apa yang kita lakukan selama produksi, kendala-kendala yang kita hadapi itu akhirnya terbayar waktu akhirnya kita trending,” ucapnya bangga.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam membuat karya harus selalu diimbangi dengan konsistensi dalam menjaga kualitas karya. “Konsisten aja sampai nanti kalian menemukan kesempatan yang lain, karena keberuntungan itu saat kesempatan bertemu dengan kesiapan,” tutup Habil. (K)
Penulis: Rifqi Akbar
Editor: ‘Indanaa Zulfaa




