
Ikomupnjatim — Wandy Wahyu Harahap, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur berhasil lolos pada seleksi program magang Transvision, anak perusahaan media ternama Indonesia, Trans Media di Jakarta.
Menduduki divisi Digital Marketing Communication mendorong Wandy berkontribusi dalam produksi konten digital perusahaan, mulai dari penyusunan brief, lobi dan negosiasi Key Opinion Leader (KOL), hingga campaign marketing. Bahkan untuk memperkaya pengalamannya, ia juga terlibat dalam tugas manajemen event.
Mahasiswa semester 6 itu menceritakan perjalanan magangnya sebagai proses belajar yang mengesankan, terutama ketika salah satu konten buatannya berhasil menembus jutaan penonton. “Rasanya bangga ketika konten yang kita buat bisa dilihat banyak orang,” ungkapnya.

Di samping itu, Wandy dituntut menghasilkan output setiap hari. Ia menilai ini sebagai tantangan ritme kerja profesional yang jelas berbeda dengan sistem penugasan pada saat kuliah. Hal tersebut membuatnya belajar untuk lebih disiplin dan adaptif dalam bekerja.
Berbagai tantangan tak membuatnya lelah karena menjadi bagian dari Trans Media merupakan mimpi yang telah lama Wandy nantikan. “Ini one of my dream company, jadi dari awal mantengin Instagram, webnya, dan yang lain memang suka dengan program-program yang ada di Trans Media,” katanya.
Berdasarkan pengalamannya itu, Wandy mengaku mendapatkan sudut pandang baru, yakni dunia kerja menuntut spesialisasi yang lebih jelas. “Di tempat magang, kita bukan belajar semua hal baru, tapi lebih ke upgrade skill yang memang sudah kita minati,” jelasnya.
Terakhir, Wandy membagikan pesan dan tips bagi mahasiswa lain yang ingin mengikuti jejaknya. Yang paling utama, ia menekankan pentingnya sikap proaktif dan mental pejuang dalam mempersiapkan diri untuk hasil terbaik.
“Harus punya daftar perusahaan impian, aktif memantau informasi lowongan, dan persiapkan portofolio terbaik. Menembus perusahaan nasional bukan hal mudah, tapi juga bukan tidak mungkin,” pungkasnya. (D)
Penulis: Favian Fadlurahman
Editor: ‘Indanaa Zulfaa




