Lolos PKKM, Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UPNV Jawa Timur Raih Dana Hibah Rp 3,6 Miliar

Progdi Ilmu Komunikasi Terakreditasi "A"

Lolos PKKM, Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UPNV Jawa Timur Raih Dana Hibah Rp 3,6 Miliar

June 24, 2021 Uncategorized 0

Progdi Ilmu Komunikasi FISIP UPN “Veteran” Jawa Timur (UPNV Jatim) berhasil mengukir prestasi membanggakan dalam giat Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM).

Kompetisi memperebutkan dana hibah dari Kemendikbud Ristek itu berlangsung ketat mulai dari tahap administratif, evaluasi kualitas, kelayakan proposal, hingga uji verifikasi kelayakan program.

“Prodi Ilmu Komunikasi mewakili UPN karena berdasarkan pemantauan pelaksanaan kurikulum Kampus Merdeka, dinilai paling siap,” kata Gendut Soekarno, Dekan FISIP UPN.

Dalam program itu Prodi Ilmu Komunikasi harus bersaing dengan ratusan PTN dan PTS se-Indonesia yang terbagi dalam tiga liga.

“UPN masuk dalam liga dua untuk kategori jumlah mahasiswa sebanyak 5.000-18.000 orang,” tambah Gendut.

Sementara itu Koorprodi Ilmu Komunikasi UPN, Yuli Candrasari, menegaskan pencapaian ini merupakan hasil kerja keras bersama dari dosen hingga mahasiswa untuk ikut mewujudkan program Kampus Merdeka.

“Kami punya dua program besar dalam PKKM yaitu desain kurikulum berbasis komunikasi digital dan mengembangkan entrepreneurship pada mahasiswa,” ungkap doktor alumnus Unpad Bandung ini.

Melalui kurikulum berbasis komunikasi digital diharapkan mahasiswa lebih adaptif menghadapi tantangan industri kreatif yang sedang booming.

Sedangkan dengan entrepreneurship, mahasiswa akan lebih siap secara mental menjadi wirausaha yang tangguh menghadapi perubahan era disruptif.

“Agar kedua program besar tersebut bisa terwujud maka kami mendapatkan dana hibah dari pemerintah sebesar Rp 3,6 Miliar,” tuturnya.

PKKM merupakan hibah pemerintah dengan skema kompetisi yang bertujuan untuk mendorong, memfasilitasi, dan mempercepat perguruan tinggi dalam menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta mencapai delapan Indikator Kinerja Utama (IKU).

*
Oleh: Farikha rachmawati- dosen ilmu komunikasi upnvj

Translate »